Mensesneg Sebut Pemindahan Ibu Kota Demi Ekologi Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Menteri Sekretaris Negara Pratikno saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi II DPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 18 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ekspresi Menteri Sekretaris Negara Pratikno saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi II DPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 18 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, YOGYAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Pratikno menilai wacana pemindahan ibu kota negara bisa menjadi opsi untuk menyelamatkan ekologi di DKI Jakarta, selain pemerataan pembangunan di luar Jawa.

    "Sebetulnya, seandainya ibu kota pindah dari Jakarta ke luar Jawa, berarti menyelamatkan ekologi di Jakarta juga," katanya setelah mengisi acara lokakarya Implementasi Nilai-nilai Pancasila di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jumat, 7 Juli 2017.

    Menurut Pratikno, wacana pemindahan ibu kota memang menjadi salah satu perhatian pemerintah saat ini. Wacana itu, kata dia, harus ditempatkan sebagai opsi terbuka dan bisa dikaji bersama-sama. "Kalau ini tidak pernah kita buka, (pemindahan ibu kota) tidak pernah dipikirkan," ucapnya mantan Rektor UGM itu.

    Baca: Tiga Provinsi Alternatif Calon Ibu Kota Negara

    Selama ini, menurut dia, kegiatan perekonomian serta pembangunan masih terkonsentrasi di Jawa, bahkan secara spesifik di Jakarta. Sirkulasi uang dan operasional sarana transportasi juga dominan di Jakarta, yang selanjutnya menimbulkan kemacetan.

    Pratikno menyadari gagasan pemindahan ibu kota telah dimunculkan Bung Karno sejak dulu. Namun ide itu perlu disesuaikan dengan konteks yang tengah dihadapi Indonesia saat ini. "Justru karena ide itu sudah lama dan tidak jadi-jadi, maka kita perlu melakukan review sesuai dengan konteks sekarang," ujarnya.

    Baca: Master Plan Presiden Soekarno, Palangkaraya Ibu Kota Indonesia

    Kendati demikian, kata Pratikno, pembahasan serius di tingkat Kabinet bersama Presiden masih menunggu hasil studi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengenai pemindahan itu. "Presiden masih menunggu hasil studinya. Yang jelas, masih membutuhkan studi yang mendalam," tuturnya.

    Sebelumnya, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pada akhir tahun ini, pihaknya menargetkan akan merampungkan kajian mengenai gagasan pemindahan ibu kota. Pemindahan ibu kota negara, menurut dia, memang harus dilakukan ke luar Pulau Jawa mengingat ketersediaan lahan yang lebih memadai.

    Namun Bambang belum menyebutkan secara spesifik di mana lokasinya. Kalimantan disebut-sebut sebagai tempat tujuan pemindahan ibu kota.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.