Zulkifli Hasan: Pansus Hak Angket Harusnya Menguatkan KPK

Reporter

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, menjawab pertanyaan awak media seusai penutupan Rakernas I DPP PAN, di Jakarta, 7 Mei 2015. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Para petinggi partai politik yang mengirimkan kadernya dalam Panitia  Hak Angket KPK menyoroti cara kerja tim penyelidik Dewan Perwakilan Rakyat. Mereka ikut mempersoalkan agenda Panitia Angket yang kemarin bertemu para terpidana kasus korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung.

“Sekarang ini mengesankan bahwa beberapa agenda yang diselenggarakan oleh Panitia Hak Angket KPK sepertinya agak menyudutkan Kuningan (KPK),” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani di komplek parlemen Senayan, Kamis, 6 Juli 2017.

Baca juga:

Pansus Angket KPK Temui Koruptor, Bambang: Melawan Kewarasan

Muzani meminta Panitia Angket bekerja sesuai tujuan awal dan tidak melemahkan KPK. “Kami berharap Panitia Angket menguatkan KPK,” ujarnya.

Senada dengan Muzani, Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan juga menilai seharusnya Panitia Angket memanggil pakar tata negara untuk menguatkan pendapat bahwa angket DPR terhadap KPK diatur dalam undang-undang. “Pansus kan diragukan. Tugas Pansus sekarang meyakinkan publik bahwa mereka memperkuat KPK,” kata Zulkifli.

Baca pula:

Siapa Saja Koruptor yang Ditemui Panitia Angket KPK di Sukamiskin?  

Meski demikian, baik Muzani mau pun Zulkifli mengaku tak dapat mengintervensi kerja Panitia Angket KPK, termasuk tentang langkah selanjutnya terhadap keikutsertaan partai mereka saat ini.

Gerinda dan PAN merupakan partai yang semula menolak ketika usulan hak angket KPK dibahas dalam Rapat Paripurna, 28 April lalu. Belakangan, mereka mengirimkan perwakilan ketika pimpinan DPR tetap memberi lampu hijau terhadap pembentukan Panitia Angket yang diinisiasi oleh Fraksi Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai NasDem, Partai Hanura; dan Partai Persatuan Pembangunan.

Silakan baca:

Gerindra: Agenda Pansus Hak Angket Sepertinya Menyudutkan KPK

Kedua partai tersebut berdalih ingin mengawasi dari dalam Panitia Hak Angket KPK agar tak terjadi pelemahan terhadap KPK. Adapun tiga fraksi lainnya berkukuh menolak mengirimkan wakilnya ke Panitia Angket KPK, yaitu Partai Keadilan Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Demokrat.

AHMAD FAIZ | IQBAL T. LAZUARDI S  I  HUSSEIN ABRI DONGORAN






Daftar Pemenang Anti Corruption Film Festival 2022, KPK Punya Harapan Besar

17 jam lalu

Daftar Pemenang Anti Corruption Film Festival 2022, KPK Punya Harapan Besar

Anti Corruption Film Festival atau ACFFEST 2022 mengangkat tema "Berawal Dari Kita, Bangkit dan Bergerak Bersama Lawan Korupsi".


Harga Garam Naik, Mendag Sebut RI Terlalu Banyak Impor

1 hari lalu

Harga Garam Naik, Mendag Sebut RI Terlalu Banyak Impor

Mendag mendapat keluhan dari perajin tahu mengenai lonjakan harga garam.


Mendag Janji Harga Minyak Stabil Rp 14 Ribu: Kalau Lebih, Saya yang Tombok

1 hari lalu

Mendag Janji Harga Minyak Stabil Rp 14 Ribu: Kalau Lebih, Saya yang Tombok

Zulhas mengakui harga minyak goreng fluktuatif. Namun, pemerintah telah menetapkan harga MinyaKita tak lebih dari Rp 14 ribu per liter.


Pengecer Kedelai Curhat ke Mendag Tak Dapat Subsidi: Padahal Sama-sama Cari Makan

1 hari lalu

Pengecer Kedelai Curhat ke Mendag Tak Dapat Subsidi: Padahal Sama-sama Cari Makan

Menurut Zulhas, subsidi kedelai diberikan kepada para pelaku usaha yang memenuhi syarat.


Di Depan Zulhas, Hotman Paris Singgung Jagoan yang Monopoli Izin Impor

1 hari lalu

Di Depan Zulhas, Hotman Paris Singgung Jagoan yang Monopoli Izin Impor

Menjawab pertanyaan Hotman Paris, Zulkifli alias Zulhas menjelaskan, izin impor sejatinya dibagi secara rata dan telah diatur dalam neraca komoditas.


Pertimbangkan Duet Ganjar-Erick Thohir, PAN: Pasangan Sempurna

1 hari lalu

Pertimbangkan Duet Ganjar-Erick Thohir, PAN: Pasangan Sempurna

Politikus PAN Viva Yoga Mauladi menilai Ganjar Pranowo dan Erick Thohir bakal menjadi pasangan yang sempurna pada Pemilihan Presiden 2024.


Hotman Paris dan Zulkifli Hasan Terima Pengaduan Warga di Kopi Johny

1 hari lalu

Hotman Paris dan Zulkifli Hasan Terima Pengaduan Warga di Kopi Johny

Hotman Paris sering menerima pengaduan dan konsultasi hukum bagi warga di Kopi Johny, Kelapa Gading


Zulhas Pastikan RI Bakal Banding Setelah Kalah Gugatan soal Ekspor Bijih Nikel di WTO

1 hari lalu

Zulhas Pastikan RI Bakal Banding Setelah Kalah Gugatan soal Ekspor Bijih Nikel di WTO

Indonesia kalah dalam gugatan larangan ekspor bijih nikel di WTO dalam panel pada Oktober lalu.


PAN Beri Sinyal Akan Sandingkan Ganjar Pranowo dengan Erick Thohir

2 hari lalu

PAN Beri Sinyal Akan Sandingkan Ganjar Pranowo dengan Erick Thohir

PAN menghadirkan Ganjar Pranowo dan Erick Thohir dalam acara bacaleg se Jawa Tengah.


KPK Agendakan Pemanggilan Ulang Hakim Gazalba Saleh

3 hari lalu

KPK Agendakan Pemanggilan Ulang Hakim Gazalba Saleh

Gazalba Saleh ditetapkan tersangka oleh KPK pada 28 November 2022. Ia menjadi tersangka atas dugaan penerimaan suap.