Laode Syarif Angkat Bicara Soal Serangan ke KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif saat diwawancara sejumlah awak media usai pembukaan Anti-Corruption Teacher Supercamp, di Nusa Dua, Bali, 31 Oktober 2016. TEMPO/BRAM SETIAWAN

    Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif saat diwawancara sejumlah awak media usai pembukaan Anti-Corruption Teacher Supercamp, di Nusa Dua, Bali, 31 Oktober 2016. TEMPO/BRAM SETIAWAN

    TEMPO.COJakarta - Di tengah sejumlah langkah politik Pansus Hak Angket KPK, Wakil Ketua KPK Laode Syarif mengatakan korupsi masih marak dan perlu dilawan lewat kegiatan bersama. Hal itu diungkapkan Laode menanggapi rencana sejumlah tokoh agama, seperti Salahuddin Wahid alias Gus Sholah, menggelar penyuluhan bersama KPK.

    "Serangannya sekarang malah ke lembaga yang memberantas korupsi, bukan koruptornya. Ini yang perlu disampaikan," ujar Laode di gedung KPK, Kamis, 6 Juli 2017.

    Baca juga: Pansus Hak Angket DPR, KPK Sepakat Kajian Pakar Hukum  

    Gus Sholah mengatakan tokoh lintas agama mendukung KPK saat lembaga antirasuah tersebut mendapatkan tekanan dari Pansus Hak Angket KPK. Dalam waktu dekat, tokoh lintas agama bersama KPK akan menggelar penyuluhan bersama.

    "Kami merencanakan suatu kegiatan bersama KPK dan tokoh lintas agama sebagai bentuk dukungan kami kepada KPK," ujar Gus Sholah, Kamis, 6 Juli.

    Jika tidak ada halangan, kata Gus Sholah, penyuluhan atau kegiatan bersama ini akan dilakukan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Adapun waktunya adalah bulan ini dan mengundang berbagai kelompok masyarakat dan remaja, selain tokoh lintas agama.

    Pansus Hak Angket KPK hari ini menemui narapidana kasus korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Pertemuan itu digelar untuk menanyai para koruptor ihwal mekanisme pemeriksaan yang dilakukan KPK. Kemarin, Pansus Hak Angket KPK mengunjungi Badan Pemeriksa Keuangan untuk mengetahui dugaan kejanggalan dalam laporan keuangan KPK.

    ISTMAN M.P. | IQBAL TAWAKKAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.