Marzuki Alie Bersikeras Tidak Terima Apapun dari Proyek E-KTP  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marzuki Alie. TEMPO/Dasril Roszandi

    Marzuki Alie. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie bersikeras dirinya tidak mengambil keuntungan apapun dari proyek e-KTP. Usai diperiksa KPK selama kurang lebih 6 jam, ia mengatakan dirinya tidak menerima uang sepeser pun.

    "Saya tidak pernah menerima sesuatu, apapun itu. Apakah uang, apakah barang, apakah langsung atau tidak langsung, tidak pernah," ujar Marzukie di gedung KPK, Kamis, 6 Juli 2017.

    Nama Marzuki Alie menjadi sorotan dalam kasus e-KTP karena namanya disebut dalam dakwaan. Tepatnya, dakwaan dari tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong, mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto, dan Mantan Dirjen Dukcapil Irman.

    Baca: Bantah Terima Uang E-KTP, Marzuki Alie: Saya Lebih Kaya dari Kamu  

    Dalam dakwaan mereka, Marzukie disebut menerima uang senilai Rp20 miliar. Marzuki, yang tidak merasa menerima uang itu, kemudian melaporkan ketiganya ke Bareskrim Mabes Polri.

    Marzuki melanjutkan bahwa dirinya tak hanya tidak menerima suap apapun dari proyek tersebut. Kepada awak media, ia menyampaikan bahwa dirinya juga tidak begitu tahu perihal jalannya proyek E-KTP serta 3 terdakwa yang menyebutkan namanya.

    Perihal jalannya proyek E-KTP, misalnya, Marzuki berkata bahwa dirinya hanya mengetahui sebatas laporan KPPU (Komisi Pengawasan Persaingan Usaha). Dari laporan KPPU, kata Marzuki, dirinya hanya mengetahui bahwa tender proyek E-KTP sempat dipermasalahkan.

    "Saya tahu ada masalah tender. Nah, ketika bertemu Mantan Mendagri Gamawan Fauzi, saya sudah mengingatkannya agar diperhatikan masalahnya. Gamawan menjawab hal itu sudah dikonsultasikan ke KPK dan BPK," ujar Marzuki menegaskan apa yang ia tahu.

    Baca: Marzuki Alie Bantah Marah Dapat Jatah Sedikit di Proyek E-KTP

    Sementara itu, perihal ketiga orang yang menyinggung namanya dalam dakwaan, Marzukie menegaskan kembali bahwa dirinya tak mengenal mereka. Malah, kata Marzuki, dirinya pun baru tahu bahwa Andi adalah pengusaha keturunan Tionghoa.

    "Saya sudah laporkan mereka semua ke Bareskrim. Saya tidak main-main," ujar Marzuki.

    Terakhir, Marzuki menyampaikan bahwa dirinya akan terus memantau perkara ini. Dan, dirinya berjanji akan kooperatif apabila ia mengetahui apa yang KPK butuhkan untuk mengusur perkara E-KTP. "E-KTP ini proyek besar. Saya punya komitmen, kalau saya tahu, saya pasti akan bantu untuk menyampaikan apa yang saya tahu," ujar Marzuki.

    Secara terpisah, Marcus Mekeng yang merupakan politikus Partai Golkar menyampaikan bahwa dirinya juga diperiksa KPK hari ini terkait kasus E-KTP. Namun, dirinya enggan berkomentar banyak selain mengklaim dirinya ditanyai aliran dana dan Andi Narogong.

    "Ditanya seputar pertanyaan kenal Andi atau tidak, saya jawab tidak. Ditanyakan aliran dana juga," ujarnya

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.