Kalla: Universitas Islam Internasional di Depok Sedot Rp 1,5 T  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membuka Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XVII di Makassar, Sulawesi Selatan, 1 Juli 2017. TEMPO/Iqbal Lubis

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membuka Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XVII di Makassar, Sulawesi Selatan, 1 Juli 2017. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah tengah menyiapkan pembangunan universitas Islam internasional. Dari hasil rapat terbatas bersama beberapa menteri, Kalla mengatakan, proses persiapan sudah memasuki tahap konseptual, seperti persiapan administrasi. 

    "Sekarang dalam tahap pembangunan arsitektur," kata Kalla di kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 6 Juli 2017. Pemerintah ingin Universitas Islam Internasional memiliki konsep ramah lingkungan dan modern. 

    Baca juga: Wapres JK Bicara Islam Moderat di Oxford University

    Pemerintah, ucap Kalla, tidak akan memasukkan unsur adat dalam konsep pembangunan. Alasannya, ia ingin para peserta didik bisa berpikir jauh ke depan. "Konsep adat itu melihat ke belakang. Padahal universitas melihat ke depan," ucap dia. 

    Dari sisi anggaran, Kalla menaksir total dana yang akan dihabiskan dari pembangunan universitas tersebut mencapai Rp 1,5 triliun. Menurut dia, tidak banyak dana yang akan diambil dari negara. "Pembangunannya mulai tahun ini," tuturnya. 

    Mengambil lokasi di kawasan Depok, nantinya Universitas Islam Internasional hanya membuka program pascasarjana atau strata dua ke atas. Dari aspek birokrasi, universitas Islam akan berada di bawah pengawasan Kementerian Agama. Kalla menuturkan akan ada banyak mahasiswa dan pengajar yang diundang untuk belajar di Universitas Islam Internasional. 

    Sejumlah ahli pun akan dilibatkan dalam proses pembuatan kurikulum Universitas Islam Internasional. Beberapa negara yang bakal diajak ialah Mesir, Inggris, Amerika, Kanada, dan Arab Saudi. "Banyak riset dan pengembangan paham, tapi isinya internasional," ujar Kalla

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.