Publik Purwakarta Mengkritik Pemagaran Taman Kota, Ini Kata Kang Dedi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Publik Purwakarta Mengkritik Pemagaran Taman Kota, Ini Kata Kang Dedi

    Publik Purwakarta Mengkritik Pemagaran Taman Kota, Ini Kata Kang Dedi

    INFO NASIONAL - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjawab beragam pertanyaan publik mengenai kebijakannya yang memagari sejumlah taman (ruang publik), yang menjadi lokasi favorit warga Purwakarta dan sekitarnya.

    Mereka mengungkapkan kekecewaannya karena tak bisa lagi menikmati pemandangan taman-taman indah tersebut. Ini akibat terhalang terali pagar yang tingginya mencapai 5 meter. Ketiga taman yang dikritisi warga, yakni Taman Pasanggrahan Padjajaran, Taman Sri Baduga, dan Taman Surawisesa. Keluhan masyarakat disampaikan melalui pesan singkat SMS center serta akun media sosial milik Kang Dedi, sapaan akrab Dedi Mulyadi.

    Seperti biasa, dengan nada santai, tapi serius Dedi menanggapi keberatan warga tersebut. “Banyak yang bertanya mengapa dibuatkan pagar? Ya, untuk melindungi pohon dan tanaman. Lihat saja kalau tidak dilindungi, terinjak dan tidak tumbuh, sayang kan?" ujar Dedi di rumah dinasnya di Jalan Gandanegara 25 Purwakarta, Kamis, 6 Juli 2017.

    Pria, yang belakangan gandrung dengan setelan celana panjang hitam, kemeja putih, dan kopiah hitam itu menegaskan budaya tertib serta disiplin masyarakat yang cenderung masih lemah menjadi alasan lainnya.

    “Masyarakat kita belum setertib di Singapura. Entah mengapa ya di kita ini kurang (tertib). Padahal, andai saja mereka tertib, semua taman kami buka seluas-luasnya,” katanya.

    Meski ada pemagaran, Dedi menyatakan kebijakan yang dilakukannya tidak menutup akses ruang publik bagi masyarakat. Sebab, semua taman tetap dibuka, meski jadwal dan durasinya mengalami perubahan.

    “Akhir pekan tetap kita buka. Di beberapa tempat sudah dibuka setiap hari, seperti Taman Maya Datar. Untuk area Taman Sri Baduga dan Taman Surawisesa memang masih kita batasi waktunya,” ucapnya.

    Ada pun Taman Citra Resmi (bagian luar Taman Sri Baduga), Taman Pancawarna, Taman Maya Datar, dan Taman Pembaharuan tidak dipagari serta masih bebas dikunjungi kapan saja. Mengenai kunjungan ke Taman Pancawarna dan Taman Maya Datar, waktu kunjungannya dibatasi pukul 15.00-18.00 WIB.

    Untuk Taman Pesanggrahan Padjadjaran atau Alun-alun Kiansantang, hanya dapat dikunjungi setiap akhir pekan atau setiap Ahad pukul 08.00-17.00. Sedangkan Taman Sri Baduga, tempat destinasi Air Mancur Berjoget dibuka setiap Sabtu malam. Saban pekan pukul 09.30-22.00 WIB.

    INFORIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.