Selasa, 17 September 2019

Busyro Muqoddas Sarankan KPK Tetap Dingin Tanggapi Aksi Pansus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas bersama sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menggelar aksi di depan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, 11 April 2017. Aksi dukungan tersebut ditujukan kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan, yang tengah dalam perawatan akibat aksi teror penyiraman air keras. ANTARA/Reno Esnir

    Mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas bersama sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menggelar aksi di depan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, 11 April 2017. Aksi dukungan tersebut ditujukan kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan, yang tengah dalam perawatan akibat aksi teror penyiraman air keras. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.COJakarta - Mantan pemimpin KPK, Busyro Muqoddas, menyarankan lembaga antirasuah yang pernah dipimpinnya itu tetap bersikap tenang dan dingin atas langkah Pansus Hak Angket KPK mengunjungi LP Sukamiskin. Menurut dia, lebih baik KPK berfokus melakukan apa yang sudah menjadi wewenangnya.

    "Karena KPK itu personelnya sekitar 1.200 dibandingkan volume kasus yang masuk, sebaiknya KPK fokus saja melakukan wewenangnya yang sesuai dengan jalur hukum," ujar Busyro, Kamis, 6 Juli 2017.

    Baca: Pansus Hak Angket KPK Temui Koruptor di LP Sukamiskin Secara Tertutup

    Diberitakan sebelumnya, Pansus Hak Angket KPK berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin untuk memintai keterangan dari para terpidana korupsi yang ditahan di sana. Pansus berdalih kunjungan itu demi memastikan hak-hak terpidana korupsi tidak terlanggar selama menjalani proses hukum.

    Busyro melanjutkan, hal yang dilakukan pansus tersebut juga bukan hal baru lagi. Menurut dia, sudah terlalu sering DPR mempertanyakan penyidikan, penyelidikan, dan proses hukum lainnya yang dijalankan KPK.

    Nyatanya, kata Busyro, DPR tidak pernah berhasil menemukan adanya pelanggaran atau kesalahan dalam proses hukum KPK. Busyro menyampaikan bahwa yang ada malah para terpidana memuji proses hukum yang dilakukan penyidik.

    Baca juga: Pansus Angket Kantongi Dugaan Kesalahan KPK, Ini Kata Febri KPK  

    "Kami persilakan untuk dibuktikan (pelanggarannya), mana buktinya. Walaupun sudah cek CCTVsegala, ternyata tidak ada pelanggaran. Ada mantan napi yang justru mengapresiasi cara penyidik melakukan penyelidikan dan penyidikan," ujarnya.

    ISTMAN M.P.

    Video Terkait:
    Koalisi Masyarakat Sipil Dukung KPK Tolak Hak Angket DPR




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.