Si Penganiaya Petugas Bandara Manado Istri Jenderal Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wanita mengaku istri pejabat tampar petugas Bandara Sam Ratulangi, Manado. youtube.com

    Wanita mengaku istri pejabat tampar petugas Bandara Sam Ratulangi, Manado. youtube.com

    TEMPO.CO, Manado - Seorang wanita yang melakukan penganiayaan dengan menampar petugas Avsec Bandara Sam Ratulangi Manado, Rabu, 5 Juli 2017 ternyata adalah istri seorang jenderal polisi yang berdinas di Mabes Polri.

    Informasi yang dihimpun Tempo, pelaku penganiayaan adalah Joice Warouw yang diketahui merupakan istri Brigadir Jenderal Polisi Sumampouw yang bertugas di Mabes Polri. "Iya itu betul (istri) Brigjen Johan Sumampouw. Dia tugas di Lemhanas" kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan, Rabu, 5 Juli 2017.

    Joice Warouw tercatat sebagai penumpang Batik Air dengan nomor penerbangan Id-6271 rute Manado-Jakarta. Dua petugas Avsec yang mengalami kekerasaan adalah Jemy W Hantouw dan Amelia Magreani. Mereka mengalami kekerasaan saat yang bersangkutan menolak untuk melepaskan jam tangan saat memasuki area pemeriksaan menuju ruang tunggu penumpang di lantai dua, Bandara.

    Baca juga:

    Reaksi Menteri Budi Karya Atas Penamparan Petugas Bandara Manado

    Komisaris Besar Ibrahim Tompo, Juru Bicara Polda Sulawesi Utara mengatakan, peristiwa penganiayaan terhadap petugas Bandara Sam Ratulangi Manado terjadi pada pukul 07.30 Wita dan laporan kekerasan tersebut sudah diterima polisi pada pukul 10.00 Wita di Polsek Bandara. Karena itu dalam menindak lanjutinya polisi akan memeriksa saksi-saksi terkait peristiwa itu. Polisi juga akan menindaklanjuti laporan polisi yang disampaikan pelaku.

    “Jadi ada dua laporan yang dibuat. Oleh sebab itu kedua laporan pidana tersebut akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,”kata Ibrahim kepada Tempo, Rabu, 5 Juli 2017.

    Baca pula:

    Kronologi Penamparan Petugas Bandara Manado Oleh 'Istri Jenderal'

    Yusristo, juru bicara Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi, Manado, saat dihubungi Tempo menyayangkann insiden penganiayaan tersebut. Menurut Yusristo, insiden kekerasan terhadap petugas pemeriksaan Bandara Sam Ratulangi Manado semestinya tidak terjadi jika penumpang menurut untuk keselamatan penerbangan.

    “Dalam insiden ini petugas Avsec sebenarnya hanya menjalankan tugas sesuai dengan prosedur. Karena itu jika penumpang tersebut menurut insiden sepertinya tidak akan terjadi,” ujar Yuris.

    BUDHY NURGIANTO

    Video Terkait:
    Istri Pejabat Jenderal Tampar Petugas Bandara




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.