3 Dugaan Motif Teror ISIS di Polsek Kebayoran Lama Versi Polri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul (kanan) memperlihatkan sejumlah barang bukti saat rilis tiga kasus kejahatan dunia online di Mabes Polri, Jakarta, 30 Mei 2017. TEMPO/Amston Probel

    Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul (kanan) memperlihatkan sejumlah barang bukti saat rilis tiga kasus kejahatan dunia online di Mabes Polri, Jakarta, 30 Mei 2017. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul menjelaskan dugaan sementara motif peletak bendera ISIS dan ancaman di Kepolisian Sektor Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ia menjelaskan ada kemungkinan pelaku ingin melakukan provokasi.

    "Kemungkinan pertama adalah mereka sendiri yang memang ingin melakukan provokasi," kata Martinus saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, menjelaskan motif peletak bendera ISIS, Rabu 5 Juli 2017.

    Baca juga: ISIS Ancam NU, Kelompok Ini Kumpulkan Pendekar Siap Melawan

    Selain itu, Martinus menduga aksi teror tersebut dilakukan oleh orang-orang yang iseng. Terakhir, mencoba memanfaatkan situasi pasca-serangan dua anggota Brimob di Masjid Fatahelan, Jakarta. "Tiga hal ini tentu yang harus kita waspadai," ujarnya.

    Polda Metro Jaya, kata Martinus, terus melakukan penyelidikan terhadap peristiwa ini. Ia berharap ada CCTV yang bisa merekam pelaku yang mengancam membuat Jakarta seperti Kota Marawi, Filipina. "Saya kira pemerintah, kepolisian, TNI, dan masyarakat sangat kuat untuk menolak hal tersebut," kata Martinus.

    Selembar bendera yang diduga merupakan lambang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ditemukan terpasang di pagar depan kantor Kepolisian Sektor Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pemasangan atribut ini ditemukan pada Selasa pagi, 4 Juli 2017.

    Selain menemukan bendera lambang ISIS, polisi menemukan botol air mineral satu liter yang di dalamnya terdapat sepucuk surat berisi ancaman. Polisi masih memeriksa saksi-saksi terkait dengan peristiwa ini.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.