Arif Wibowo Bantah Terima Duit Proyek E-KTP Rp 6 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Arif Wibowo menjawab pertanyaan awak media dalam jumpa pers di ruang KK V Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Arif Wibowo menjawab pertanyaan awak media dalam jumpa pers di ruang KK V Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Arif Wibowo, membantah menerima duit dari proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) sebesar US$ 500 ribu atau sekitar Rp 6 miliar. "Itu tidak ada sama sekali," kata Arif setelah diperiksa sebagai saksi di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu, 5 Juli 2017.

    Arif menuturkan, saat diperiksa sebagai saksi dengan tersangka Andi Agustinus atau Andi Narogong, ia ditanyai penyidik soal ada atau tidaknya aliran dana dari proyek e-KTP kepadanya. "Alhamdulillah, saya katakan kepada penyidik tidak ada sama sekali," ujarnya.

    Baca juga: Proyek E-KTP, Cerita Paulus Tannos Dua Kali Bertemu Setya Novanto

    Menurut Arif, ia tidak pernah menerima aliran dana e-KTP, apalagi ditawari duit dari tersangka Andi. "Kenal sama dia juga enggak," katanya.

    Selain mengaku tidak mengenal tersangka Andi, Arif mengelak bahwa ia pernah mengikuti pertemuan-pertemuan bersama anggota Dewan lain untuk membahas e-KTP. "Itu enggak ada," ucapnya.

    Arif menyatakan semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak benar mengingat ia tidak pernah menerima duit tersebut.

    Karena itu, Arif meminta KPK menyelidiki dan mendalami permasalahan e-KTP sedetail mungkin agar semuanya terang-benderang.

    Atas bantahan tersebut, juru bicara KPK, Febri Diansyah, mempersilakannya. "Nanti kita lihat saja proses pembuktiannya," tutur Febri.

    Febri juga menyampaikan, dalam agenda pemeriksaan saksi terkait dengan kasus e-KTP hari ini, 5 Juli 2017, ada dua orang saksi yang tidak bisa datang karena masalah kesehatan dan urusan keluarga.

    Selain itu, Febri berujar KPK masih akan mendalami aliran dana serta pertemuan-pertemuan saat e-KTP dibahas. Saat ini, kata dia, KPK masih menyelidiki tersangka AA dan pengembangan kasus e-KTP. "Dalam waktu dekat, diharapkan ada perkembangan yang signifikan," ujarnya.

    ALBERT ADIOS GINTINGS | TSE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.