Imigrasi: 83 WNI Jadi Buron Terkait ISIS

Reporter

Ilustrasi bendera ISIS/ISIL. Wikipedia.org

TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menyebut ada 83 warga negara Indonesia yang buron lantaran diindikasi terkait kelompok radikal ISIS. Mereka masuk dalam catatan Imigrasi terkait 234 orang dalam daftar pencarian orang (DPO) lantaran diduga terkait dengan aktivitas terorisme.

Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Franky Sompie berkata pihaknya belum bisa memastikan identitas lengkap setiap DPO terkait ISIS tersebut.  "DPO cuma ada nama, paspornya enggak ada. Jadi tidak tahu mereka itu dari daerah mana," ujar Ronny saat merilis laporan kinerja semester pertama 2017 Ditjen Imigrasi di kantornya, Kuningan, Jakarta, Rabu, 5 Juli 2017.

Baca juga: Lewat Video, ISIS Nyatakan Perang Melawan Indonesia dan Malaysia  

Jumlah 234 DPO, kata dia, dikelompokkan menjadi dua, yakni 91 orang yang terkait ISIS dan 143 yang terlibat terorisme di luar ISIS.

Selain 83 WNI yang ada di antara 91 DPO sehubungan dengan ISIS, terdapat 1 warga Algeria, 2 warga Kuwait, 2 warga Arab Saudi, 1 warga Suriah, dan 2 warga Turki.

Adapun 143 DPO yang sehubungan dengan terorisme di luar ISIS, terdiri dari 18 WNI, 19 wrga Algeria, 10 warga Mesir, 10 warga Pakistan, 6 warga Irak, dan buron dari sejumlah negara lain yang bergerak dalam jumlah kecil.

Ronny memastikan pihaknya mengawasi lalu lintas imigrasi untuk mendeteksi pergerakan para DPO. Dia menekankan perlunya kolaborasi dengan lembaga terkait seperti Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk mencegah penyusupan DPO teroris.

Di enam bulan pertama 2017, imigrasi pun mencatat adanya 721 orang yang masuk dalam daftar pencekalan ke luar negeri, serta 6.546 orang yang dicegah masuk ke Indonesia.

"Di antaranya terdapat penangkalan terkait terorisme sebanyak 301 orang, dengan lima WN terbanyak adalah Afganistan 127 orang, Filipina 40 orang, Malaysia 8 orang, Irak 4 orang, dan Saudi Arabia 3 orang," tutur Ronny saat membacakan data.

Imigrasi pun menguatkan pengawasan di tempat pemeriksaan imigrasi (TPI), terutama saat menerbitkan paspor mengurus permohonan visa. Hal itu utamanya untuk mencegah pergerakan WNI yang ingin menjadi Foreign Terrorist Fighter di wilayah rawan konflik, seperti Suriah.

"Kami lakukan integrasi database interpol di TPI, bertukar data dan informasi terkait WNI yang terlibat tindakan terorisme dengan instansi terkait, seperti Polri, BNPT, dan Badan Intelejen Negara," ujar Ronny menjelaskan upaya antisipasi terhadap ancaman terorisme termasuk ISIS.

YOHANES PASKALIS






ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

1 hari lalu

ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror di kantor Kedutaan Besar Pakistan di Ibu Kota Kabul, Afghanistan pada 3 Desember 2022


ISIS Umumkan Pemimpinnya Abu Al-Hasan Tewas di Medan Perang

4 hari lalu

ISIS Umumkan Pemimpinnya Abu Al-Hasan Tewas di Medan Perang

Kelompok teroris ISIS mengumumkan kematian pemimpinnya yang baru, Abu al-Hasan dalam perang.


Pertama Kali sejak 2014, Australia Menurunkan Tingkat Ancaman Teror

7 hari lalu

Pertama Kali sejak 2014, Australia Menurunkan Tingkat Ancaman Teror

Menurut Organisasi Intelijen Keamanan Australia, faktor-faktor yang mendorong tingkat ancaman tak lagi ada atau cuma bertahan di tingkat lebih rendah.


Amerika Menuding Serangan Turki ke Suriah Membahayakan Pasukannya

10 hari lalu

Amerika Menuding Serangan Turki ke Suriah Membahayakan Pasukannya

Amerika menyatakan serangan Turki ke milisi Kurdi di Suriah dan Irak mengancam upaya Amerika dan sekutunya untuk mengalahkan ISIS.


Boko Haram Membunuh 10 Prajurit Chad di Dekat Perbatasan Nigeria

12 hari lalu

Boko Haram Membunuh 10 Prajurit Chad di Dekat Perbatasan Nigeria

Milisi Boko Haram membunuh 92 tentara Chad dan melukai 47 lainnya pada Maret 2020.


Pembunuh Bloger Amerika Kabur dari Pengadilan Bangladesh

14 hari lalu

Pembunuh Bloger Amerika Kabur dari Pengadilan Bangladesh

Dua pembunuh bloger Amerika di Bangladesh yang dipidana mati kabur setelah pengendara sepeda motor menyemprotkan bahan kimia ke polisi.


Bela ISIS, Wanita Denmark Dihukum 3 Tahun

16 hari lalu

Bela ISIS, Wanita Denmark Dihukum 3 Tahun

Seorang wanita Denmark yang dievakuasi dari kamp penahanan Suriah tahun lalu, dijatuhi hukuman tiga tahun penjara oleh pengadilan karena membantu ISIS


Turki Menahan 17 Tersangka dalam Kasus Serangan Bom di Istanbul

16 hari lalu

Turki Menahan 17 Tersangka dalam Kasus Serangan Bom di Istanbul

Pengadilan Turki menahan 17 tersangka bom Istanbul dengan tuduhan antara lain menghancurkan persatuan negara dan membunuh dengan sengaja.


Dua Gadis Mesir Tewas Dipenggal, Mayatnya Ditemukan di Selokan Kamp Pengungsi Suriah

19 hari lalu

Dua Gadis Mesir Tewas Dipenggal, Mayatnya Ditemukan di Selokan Kamp Pengungsi Suriah

Mayat dua gadis yang dipenggal ditemukan di selokan kamp pengungsi Suriah di al-Hol , yang menampung orang-orang yang terkait dengan ISIS.


Iran Tangkap 26 Orang Asing dalam Kasus Serangan di Situs Suci Kaum Syiah

28 hari lalu

Iran Tangkap 26 Orang Asing dalam Kasus Serangan di Situs Suci Kaum Syiah

Iran menangkap 26 orang berkebangsaan Azerbaijan, Tajikistan, dan Afghanistan. Mereka diduga terlibat dalam serangan ke situs suci kaum Syiah.