Alasan Imigrasi Tak Cabut Paspor Rizieq Syihab  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirjen Imigrasi yang baru, Ronny Franky Sompie seusai dilantik dan diambil sumpah jabatan Pimpinan Tinggi Madya, di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, 10 Agustus 2015. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly secara resmi melantik empat direktur jenderal, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM dan lima staf ahli menteri di lingkungan Kemenkumham. TEMPO/Imam Sukamto

    Dirjen Imigrasi yang baru, Ronny Franky Sompie seusai dilantik dan diambil sumpah jabatan Pimpinan Tinggi Madya, di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, 10 Agustus 2015. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly secara resmi melantik empat direktur jenderal, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM dan lima staf ahli menteri di lingkungan Kemenkumham. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Ronny Franky Sompie mengatakan pihaknya belum diminta kepolisian mencabut paspor pemimpin Front Pembela Islam, Rizieq Syihab

    "Kewenangan kalau kami cabut paspor itu adalah dalam rangka memudahkan HRS (Habib Rizieq Syihab) kembali, tapi kalau tanpa diminta, Imigrasi tak bisa berinisiatif," ujar Ronny di kantornya, Rabu, 5 Juli 2017.

    Baca: Lika-liku Negosiasi Kubu Rizieq Syihab dengan Jokowi di Istana

    Dia meyakini polisi memiliki strategi sendiri untuk memeriksa Rizieq Syihab yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pornografi bersama Firza Husein. Namun strategi itu belum meliputi upaya pencabutan paspor.

    "Pada prinsipnya, paspor itu dokumen perjalanan yang diberikan kepada WNI untuk melindungi, mau dia bersalah atau tidak. Pencabutan paspor tak bisa dilakukan kalau bukan inisiatif penyidik," kata Ronny.

    Paspor milik Rizieq, ujar Ronny, tergolong baru dan masih berlaku hingga 2021.

    Dia pun belum bisa memastikan ada tidaknya upaya deportasi terhadap Rizieq sehubungan dengan kasus yang tengah diusut Polda Metro Jaya itu.

    Baca: Soal Ultimatum Rizieq, JK: Rekonsiliasi Bisa, Proses Hukum Jalan

    "Kalau mau dideportasi, tak usah (soal) paspor, kalau visanya habis, ya dideportasi, tapi hak warga negara asing diberikan oleh negara tempat dia berada. Kewenangan mutlak tiap negara tergantung kebijakan masing-masing," ujar Ronny.

    Saat ini, Rizieq Syihab diketahui masih berada di Arab Saudi. Namanya pun telah dimasukkan daftar pencarian orang. Kuasa hukumnya menyebut Rizieq menolak pulang ke Indonesia karena menilai kasus yang menjeratnya adalah bentuk kriminalisasi. 

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.