Ditinggal Pasang Kaca Film, Rp 200 Juta Dana Desa Digondol Maling

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Subang - Duit dana desa ratusan juta rupiah milik Desa Bantarsari, Kecamatan Cijambe, Subang, Jawa Barat, yang baru dicairkan di Bank Jabar Banten (BJB), raib digondol maling, Selasa, 4 Juli 2017. Duit dana desa tersebut dicairkan Kepala Desa Bantarsari, Said Supendi, bersama Bendahara Desa, Dedi Sopian.

    "Total uang di dalam tas itu Rp 200,5 juta," ujar Said, saat melapor ke Kepolisian Resor Subang. Rinciannya, duit dana desa Rp 195,3 juta dan uang pribadi Dedi sebesar Rp 5,2 juta. Selain itu, ada sejumlah dokumen penting yang juga ikut diambil.

    Sekitar pukul 13.00 WIB, Said dan Dedi menaiki Toyota Avanza Silver D-1220-XB setelah mencairkan dana desa dari pemerintah pusat tersebut. Said dan Dedi bersama sopirnya, Iwan, langsung tancap gas untuk mengisi bensin di SPBU Sukamelang, lalu makan siang di Saung Liwet.

    Setelah itu, mereka beranjak menambal ban yang bocor, seterusnya menuju pujasera untuk membeli kue dan ke Jalan Otista membeli nasi bungkus. Selanjutnya, mereka melaju menuju jalur Tegal di Jalan Arif Rahman Hakim untuk memasang kaca film.

    Ketika itu, sopir turun lebih dulu disusul Said dan Dedi yang memegang uang yang disimpan dalam sebuah tas berwarna hitam-merah. Saat turun, tasnya tak dibawa tapi digeletakkan di jok depan kiri yang semula diduduki Dedi.

    Pada saat hampir bersamaan, dua orang dengan mengendarai sepeda motor menggedor kaca pintu depan dan langsung mengambil tas berisi duit hasil pencairan dana desa tahap kesatu itu.

    Dedi tak mengetahui persis ciri-ciri pelaku dan sepeda motor yang digunakan pencuri untuk aksi malingnya tersebut. "Peristiwanya terjadi begitu cepat," ujarnya.

    Kepala Kepolisian Resor Subang Ajun Komisaris Besar Yudhi Sulistianto Wahid menyayangkan sikap kepala desa yang teledor dan tidak menggubris anjurannya agar pejabat, masyarakat biasa, atau siapa saja yang akan mengambil uang di bank minta didampingi aparat keamanan.

    "Andai saja Pak Kades pada saat pengambilan uangnya didampingi anggota Babinkam Polri yang bertugas di desa, pencurian itu pasti tidak akan terjadi," ujar Yudhi. Meski begitu, ia tetap akan memburu pelaku pencurian dana desa milik Desa Bantarsari tersebut.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.