Tito: Aksi Lone Wolf Teroris Akan Diperangi dengan Pancasila  

Reporter

Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkunjung ke Sulawesi Tenggara dalam rangka memberikan pengarahan pada personil Kepolisian Daerah Sultra Kamis 23 Februari 2017. TEMPO/ ROSNIAWANTY FIKR

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan strategi terkait dengan aksi lone wolf, seperti teror di Mabes Polri, dengan Pancasila. Tito menuturkan kepolisian sudah koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Selain itu, kepolisian akan berkoordinasi dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

"Ideologi hanya bisa kalah dengan ideologi. Karena itu, Pancasila harus diaktifkan kembali," katanya di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Juli 2017.

Aksi lone wolf berasal istilah dari serigala. Serigala biasanya menyerang mangsa secara berombongan, tapi bisa juga sendiri alias lone wolf.

Baca: Teror di Mabes Polri, Mulyadi Diduga Anggota Jaringan JAD

Tito mengatakan ideologi demokrasi harus dimajukan serta ideologi Islam moderat, seperti Nahdlatul Ulama dan Islam Nusantara, harus didukung. "Kemudian, di Muhammadiyah, Islam berkemajuan moderat juga harus kita dukung," ujarnya.

Menurut dia, kalau upaya ini bisa meningkat intensitasnya, ideologi terorisme bisa ditekan. "Ini akan melibatkan banyak stakeholder dan pemerintah," katanya.

Stakeholder itu, kata dia, di antaranya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan Kementerian Pertahanan melalui program bela negara. "Polri pun melalui operasi bina masyarakat, para kapolres (kepala kepolisian resor), dan seterusnya melakukan pembinaan leadership untuk kader bangsa. Kami bisa melakukan kegiatan seperti itu," ucapnya.

Dia menjelaskan, sekarang ada dua fenomena modus terorisme di dunia. Pertama, modus yang menggunakan network atau jaringan. Kedua, modus leaderless jihad atau jihad tanpa pemimpin. Leaderless jihad disebut juga dengan lone wolf.

Baca: Pelaku Teror di Masjid Falatehan Penjual Parfum di Pasar Roxy

"Jihad tanpa pemimpin tidak terkait dengan network, tapi dia membuka website radikal, terinspirasi, ikut internet chatting, kelompok telegram yang radikal, terpengaruh, belajar sendiri cara mengatur serangan, survei sendiri, dan kemudian melakukan serangan yang dia pilih sendiri," katanya.

Dua modus ini, kata dia, cara penanganannya berbeda. Kalau untuk yang terstruktur atau jaringan, maka kekuatan intelijen, baik di kepolisian, Badan Intelijen Negara, maupun TNI, berperan memetakan struktur teroris itu sampai detail. Teroris juga harus diawasi ketika ada rencana ingin berbuat, baru kemudian dilakukan operasi penangkapan.

"Kalau mereka sudah melakukan, kami mencegah, dan kemudian ternyata terjadi serangan, secepatnya bisa kami ungkap. Nah ini yang biasanya terjadi," tuturnya.

REZKI ALVIONITASARI






Kepala Daerah Diminta Mampu Memanfaatkan Teknologi Informasi

5 jam lalu

Kepala Daerah Diminta Mampu Memanfaatkan Teknologi Informasi

Pemanfaatan TIK membuat sistem serba terintegrasi


Penuhi Syarat dan Ketentuan Menerima BSU Tahap 4

8 jam lalu

Penuhi Syarat dan Ketentuan Menerima BSU Tahap 4

Bantuan Subsidi Upah atau BSU merupakan bantuan senilai Rp 600 ribu yang diberikan pemerintah. Ini syarat penerima BSU tahap 4.


7 Tahun Kematian Akseyna, Ayahanda Sodorkan Motif, Dugaan, dan Terduga Pelaku

14 jam lalu

7 Tahun Kematian Akseyna, Ayahanda Sodorkan Motif, Dugaan, dan Terduga Pelaku

Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas hari ini mengadakan rapat untuk menindaklanjuti kasus kematian mahasiswa Universitas Indonesia Akseyna Ahad Dori.


Mulai Tahun Depan, Mobil dan Motor Patroli Polisi Bakal Pakai Kendaraan Listrik

21 jam lalu

Mulai Tahun Depan, Mobil dan Motor Patroli Polisi Bakal Pakai Kendaraan Listrik

Korlantas Polri mengonfirmasi bahwa mulai tahun depan, seluruh mobil dan motor patroli lalu lintas akan menggunakan kendaraan listrik.


Tahun 2022 Polri Anggarkan Rp 159,8 Miliar untuk Pengadaan Gas Air Mata

22 jam lalu

Tahun 2022 Polri Anggarkan Rp 159,8 Miliar untuk Pengadaan Gas Air Mata

Menggunakan sumber dana APBN 2022, Polri melakukan pengadaan gas air mata senilai Rp 152 miliar. Berikut rinciannya.


Diresmikan Anies Baswedan, Rusun Polri Menteng Bernilai Rp 200 Miliar Punya 400 Unit Hunian

23 jam lalu

Diresmikan Anies Baswedan, Rusun Polri Menteng Bernilai Rp 200 Miliar Punya 400 Unit Hunian

Rusun Polri Menteng dibangun dengan dana hibah dari tiga tahun anggaran APBD DKI 2020-2022. Diresmikan Anies Baswedan.


Resmikan Rusun Polri Menteng, Anies Baswedan: Hasil Pajak dan Amanat dari Rakyat

1 hari lalu

Resmikan Rusun Polri Menteng, Anies Baswedan: Hasil Pajak dan Amanat dari Rakyat

Anies Baswedan berharap kolaborasi antara Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya akan terus berlanjut.


Polisi Bantah Tangkap Aremania Pengunggah Video Penonton Terkunci di Kanjuruhan

1 hari lalu

Polisi Bantah Tangkap Aremania Pengunggah Video Penonton Terkunci di Kanjuruhan

Soal Aremania yang sempat ditangkap, Nico Afinta sempat membisik kepada Kadivhumas Polri. "Sudah dipulangkan."


2 Polisi Korban Tragedi Kanjuruhan Dapat Kenaikan Pangkat

1 hari lalu

2 Polisi Korban Tragedi Kanjuruhan Dapat Kenaikan Pangkat

Dua polisi itu gugur bersama ratusan korban lainnya dalam tragedi Kanjuruhan pada Sabtu, 1 Oktober 2022.


Ini Penyebab Dua Polisi Meninggal saat Tragedi Kanjuruhan

1 hari lalu

Ini Penyebab Dua Polisi Meninggal saat Tragedi Kanjuruhan

Dua personel polisi tewas dalam tragedi Kanjuruhan, Sabtu 1 Oktober 2022 lalu. Keduanya tewas saat berada di tribun selatan