Kapolri Perlihatkan Sketsa Wajah Pelaku Penyiraman Novel ke KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Ketua KPK Agus Rahardjo usai melakukan pertemuan untuk membahas kasus penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, di gedung KPK, Jakarta, 19 Juni 2017. TEMPO/Friski Riana

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Ketua KPK Agus Rahardjo usai melakukan pertemuan untuk membahas kasus penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, di gedung KPK, Jakarta, 19 Juni 2017. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.COJakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memperlihatkan sketsa wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

    "Sketsa wajah sudah diperlihatkan pada saat pertemuan Kapolri dengan pimpinan KPK," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 3 Juli 2017.

    Baca: Polisi Akan Periksa Novel, KPK: Kami Akan Koordinasi Lebih Lanjut

    Meskipun begitu, Febri mengatakan, Kepolisian RI masih mendalami sketsa tersebut. "Karena ada beberapa sketsa yang memerlukan pendalaman dan informasi lebih lanjut dari bukti-bukti yang lain," kata Febri.

    Polda Metro Jaya juga mengatakan pihaknya telah mengantongi tiga sketsa wajah pelaku penyerangan dalam kasus Novel Baswedan. Namun, hingga saat ini, kepolisian masih enggan merilis sketsa tersebut.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan kepolisian masih akan membenahi kembali sketsa tersebut dengan saksi yang akan diperiksa. "Untuk keakuratan gambar itu," ujarnya.

    Baca juga: Polisi Minta Saksi Periksa Sketsa Wajah Pelaku Penyiraman Novel

    Sketsa-sketsa itu, kata Argo, dibuat berdasarkan keterangan dari tiga orang saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian, yaitu di dekat rumah Novel Baswedan di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Terkait dengan sketsa itu, menurut Argo, polisi masih akan memeriksa keterangan sejumlah saksi.

    ARKHELAUS W. | EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.