2 Mahasiswi Unpar Jadi Wanita RI Pertama Raih Puncak Alaska

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fransiska Dimitri (kanan) dan Mathilda Dwi Lestari di puncak tertinggi Antartika, Vinson Massif, awal Januari lalu. Dok. Women of Indonesia's Seven Summits Expedition (WISSEMU)

    Fransiska Dimitri (kanan) dan Mathilda Dwi Lestari di puncak tertinggi Antartika, Vinson Massif, awal Januari lalu. Dok. Women of Indonesia's Seven Summits Expedition (WISSEMU)

    TEMPO.CO, Bandung - Dua mahasiswi dari tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Parahyangan (WISSEMU) Bandung akhirnya menapakkan kaki di puncak Gunung Denali, Alaska, Amerika Utara. Kesuksekan meraih puncak gunung setinggi 6.190 meter dari permukaan laut (mdpl) itu terjadi pada Sabtu, 1 Juli 2017, pukul 19.40 waktu setempat, atau Ahad, 2 Juli, pukul 22.40 WIB.

    Sesampainya di puncak, tim WISSEMU mengibarkan bendera Merah Putih di puncak ke-6 yang mereka raih itu dan membunyikan angklung.

    Baca juga: Dua Perempuan Bandung dari Tim WISSEMU Raih Puncak Antartika

    Kabar gembira itu disampaikan langsung oleh salah seorang pendaki, Tim WISSEMU, Fransiska Dimitri Inkiriwang via telepon satelit pada Senin, 3 Juli 1017 pukul 01.30 lalu kepada tim pendukung di Tanah Air. “Terima kasih doanya semua teman-teman di Indonesia, perjalanan kita masih jauh, mohon terus doanya. Ini semua kami persembahkan untuk persatuan Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika!” katanya.

    Bersama rekan sebayanya, Mathilda Dwi Lestari, 23 tahun, mereka mencatatkan diri sebagai perempuan pertama Indonesia yang meraih puncak Alaska. Koordinator tim pendukung di Bandung, Nadya Adriane Pattiasina mengatakan, upaya menuju puncak dari High Camp di ketinggian 5.242 mdpl pada 1 Juli 2017 pukul 10.00 waktu setempat, ditempuh selama 7 jam 40 menit perjalanan. " Jarak pendakian menjelang puncak itu sejauh 4,01 kilometer dengan kenaikan elevasi setinggi 901 meter," kata Nadya, Senin, 3 Juli 2017.

    Simak pula: Mahasiswi Pendaki Gunung Asal Unpar Lanjut Taklukkan Seven Summit

    Pendakian itu melalui jalur The West Buttress. Meskipun perjalanan menuju puncak dari titik terakhir ditemani cuaca cerah, angin kencang dan suhu minus 30 derajat Celsius juga mengiringi. Untuk mencapai puncak Gunung Denali, Tim WISSEMU telah melalui perjalanan panjang kurang lebih 13 hari terhitung sejak 19 Juni 2017.

    Musim pendakian ke puncak Gunung Denali kali ini, kata Nadya, cukup sulit bagi para pendaki karena kondisi cuaca dari awal musim yang terus dihantam oleh hujan salju dan badai. Tim sempat beberapa kali terkena whiteout, yakni kondisi cuaca hujan salju yang mengakibatkan jarak pandang menjadi kabur sehingga mengaburkan horizon.

    Lihat juga: Dua Pendaki Mahasiswi Unpar Bandung Makin Mendekati Puncak Alaska

    Sebuah gunung lagi menjadi target selanjutnya untuk melengkapi ekspedisi tujuh gunung tertinggi di beda benua (Seven Summits) mereka yaitu Puncak Everest di Himalaya.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.