Bupati Purwakarta Menjenguk Bhayangkarawati

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bhayangkariwati Ramadniya dilahirkan di tol Cipali saat puncak arus balik Lebaran pada Sabtu, 1 Juli 2017.

    Bhayangkariwati Ramadniya dilahirkan di tol Cipali saat puncak arus balik Lebaran pada Sabtu, 1 Juli 2017.

    INFO PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjenguk Bhayangkariwati Ramadniya, bayi dari Sukiati, 43 tahun, warga Desa Tulis Selo Piro RT 03 RW 03, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kelahiran Bhayangkariwati terbilang unik. Sebab, melalui proses persalinan darurat di badan jalan tol Cipali kilometer 82 B saat puncak arus balik, Sabtu, 2 Juli 2017. Bhayangkariwati merupakan anak kelima dari pasangan suami istri, Dana dan Sukiati.

    Proses persalinan darurat itu dibantu Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Purwakarta Ajun Komisaris Arman Sahti, sejumlah anggotanya, dan sejumlah penumpang wanita bus angkutan arus balik, PO Kiaramas. Proses persalinan yang berlangsung sejak pukul 10.40 WIB itu berhasil dilakukan dengan selamat. Sukiati dan bayinya langsung dievakuasi dengan menggunakan kendaraan patroli ke Rumah Sakit Siloam, Bungursari, Purwakarta.

    Menurut Kang Dedi, sapaan akrab Dedi, kelahiran Bhayangkariwati merupakan kado istimewa yang dipersembahkan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-72 yang jatuh pada Sabtu, 1 Juli 2017. "Ini hadiah bagi jajaran kepolisian, sehari sebelum bayinya lahir kan ulang tahun Bhayangkara," kata Dedi saat menyambangi Sukiati dan bayinya, yang masih menjalani perawatan medis di ruang 2007 lantai dua Rumah Sakit Siloam.

    Nama Bhayangkariwati Ramadniya diberikan Ajun Komisaris Arman Sahti. Bhayangkariwati berasal dari bahasa sanskerta Korps Kepolisian Republik Indonesia, yakni Bhayangkara. Sedangkan Ramadniya bertepatan dengan momen sekaligus operasi Ramadaniya.

    Di saat kunjungannya, Dedi juga berbicara akrab dengan Dana, suami Sukiati, warga Cirebon, yang berprofesi sebagai pemulung barang bekas di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Dedi juga memberikan bantuan kepada Dana untuk menambah modal usaha. "Karena Bhayangkarawati lahir di daerah Purwakarta, jadi kami ikut berkontribusilah untuk keluarganya," ucap Dedi.

    Sukaeti beserta Bhayangkariwati, yang memiliki bobot 2,3 kilogram dinyatakan sudah bisa meninggalkan rumah sakit. "Atas nama keluarga, saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kepolisian Resor dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang sudah memberikan bantuan segalanya atas persalinan dan perawatan selama di rumah sakit," kata Dedi. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.