Mayor Solihin, Korban Kecelakaan Helikopter Dimakamkan di Cirebon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pewarta foto mengabadikan helikopter jenis Bell 205 milik TNI-AD yang jatuh menimpa rumah warga di dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, 8 Juli 2016. Hingga berita foto ini diturunkan kecelakaan tersebut menelan tiga korban meninggal dunia. TEMPO/Pius Erlangga

    Seorang pewarta foto mengabadikan helikopter jenis Bell 205 milik TNI-AD yang jatuh menimpa rumah warga di dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, 8 Juli 2016. Hingga berita foto ini diturunkan kecelakaan tersebut menelan tiga korban meninggal dunia. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Cirebon - Jenazah Mayor Laut (P) anumerta II Solihin, salah seorang korban kecelakaan helikopter yang jatuh saat akan menuju Kawah Sileri, Dieng, Kabupaten Banjarnegara.

    Berdasarkan pantauan Tempo, Senin, 3 Juli 2017, sekitar pukul 12.30, jenazah almarhum Solihin tiba di kampung halamannya, Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, setelah evakuasi kecelakaan helikopter tersebut.

    Baca juga:

    Korban Heli Basarnas yang Jatuh Dibawa ke RS Bhayangkara Semarang

    Di rumah duka, jenazah Solihin dibawa ke masjid desa, untuk disalatkan. Setelah upacara penyerahan dari keluarga ke negara, yang dipimpin Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo, Komandan Pusat Penerbang Angkatan Laut, jenazah Solihin dimakamkan secara militer, tak jauh dari masjid.

    Saniah, sepupu Solihin menjelaskan, almarhum merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. "Semua laki-laki," kata Saniah. Anak kedua, lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), dan saat ini berpangkat Letnan dua.

    Dia mengatakan, Solihin meninggalkan seorang ayah dan dua adik, juga meninggalkan istri yang baru hamil 3 bulan. "Solihin menikah Februari lalu," kata Saniah.

    Baca pula:

    Seluruh Korban Helikopter Basarnas yang Jatuh Dievakuasi

    Selama hidup, Saniah yang dekat dengan Solihin mengaku tidak ada firasat tertentu dengan kepergian adik sepupunya. "Dia juga sempat Lebaran di sini," katanya.

    Bahkan Sabtu, 1 Juli 2017, Solihin sempat bercanda dan bercengkrama dengan keponakannya. "Akrab sekali. Kepada semua orang, dia juga minta didoakan," kata Saniah.

    Pada Ahad, 2 Juli 2017, Solihin kembali bertugas. Saniah mengaku sangat kaget saat pada malam harinya, mendengar Solihin tewas dalam kecelakaan helikopter Basarnas HR 3602, di Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, sekitar pukul 16.00.

    Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo, mengatakan almarhum merupakan putra terbaik bangsa yang gugur menjalankan tugas, dalam insiden kecelakaan helikopter saat akan memberikan bantuan kepada korban musibah di Kawah Sileri Dieng. "Kami menyatakan bela sungkawa sebesar-besarnya," kata Heru, yang meminta keluarga tabah karena semua itu, kehendak Allah SWT. Sebagai penghargaan, pangkat almarhum dinaikkan setingkat dari Kapten menjadi Mayor anumerta.

    IVANSYAH

    Video Terkait:
    Suasana Duka Selimuti Pelepasan 8 Jenazah Korban Jatuhnya Helikopter Basarnas




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.