Korban Helikopter Basarnas Jatuh Diusulkan Naik Pangkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Basarnas Marsekal Muda TNI Muhammad Syaugi (tengah) memberikan keterangan terkait peristiwa terbakarnya Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa 1 di Jakarta, 21 Mei 2017. Kapal tersebut membawa 197 penumpang dengan 192 korban berhasil diselamatkan sementara lima orang tewas. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Kepala Basarnas Marsekal Muda TNI Muhammad Syaugi (tengah) memberikan keterangan terkait peristiwa terbakarnya Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa 1 di Jakarta, 21 Mei 2017. Kapal tersebut membawa 197 penumpang dengan 192 korban berhasil diselamatkan sementara lima orang tewas. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Semarang - Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Muda M. Syaugi, megusulkan kenaikan pangkat satu tingkat bagi personel Basarnas yang menjadi korban jatuhnya helikopter Basarnas di Gunung Butak. Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung. Syaugi menyatakan para korban itu merupakan pesonel andalan lembaganya.

    “Saya sampaikan khusus empat personel Basarnas andalan kita ini akan kami usulkan dan kami yakinkan untuk bisa mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi,” kata Syaugi setelah mengidentifikasi jenazah korban jatuhnya helikopter Basarnas di Rumah Sakit Bayangkara, Semarang, Senin 3 Juli 2017.

    Baca juga: Kotak Hitam Helikopter Basarnas yang Jatuh Ditemukan

    Selain itu, Syaugi mengusulkan ke kepala staf angkatan laut agar menaikkan pangkat satu tingkat lebih tinggi bagi anggota TNI AL yang juga turut menjadi korban musibah heli itu. ”Karena ini merupakan tugas tugas operasi,” kata Syaugi.

    Korban jatuhnya helikopter Basarnas berhasil dievakuasi pada pukul 2.30 Senin pagi 3 Kuli 2017. Jenazah diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang sekitar pada pukul 08.00. “Kami serahkan ke lapangan udara Ahmad Yani ke kepada pihak keluarga, kemudian antar ke masing-masing tujuan,” katanya.

    Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Isnpektur Jenderal Condro Kirono memastikan delapan jenazah korban heli helikopter jenis Dauphin milik Basarnas sudah diidentifikasi.
    “Berdasarkan medis, ciri-ciri almarhum dan properti yang dikenakan yang dikenali keluarga dan teman temanya,” kata Condro Kirono.

    Condro menyebutkan delapan jenazah itu masing-masing Catur Bambang Sulistyo anggota (Basarnas), Budi Resti (basarnas) , Kapten Iin Solikin (angkatan laut), M Affandi (Basarnas), Serka Hari Marsono (angkatan laut). Peltu Budi Santoso (angkatan laut). Nyoto purwanto (basarnas) dan Kapten Haryanto (angkatan laut) .

    Menurut Condro, usai diidentifikasi, jenasah korban jatuhnya helikopter Basarnas diserahkan ke keluarga. Condro juga menyatakan turut berduka cita mendalam atas musibah yang menimpa anggota basarnas itu.

    EDI FAISOL

    Video Terkait:
    Kapolda Jateng: 8 Jenazah Korban Heli Basarnas Telah Dievakuasi




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.