Pantau Kawah Sileri, Pesawat Basarnas Jatuh di Pegunungan Dieng  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Letupan Kawah Sileri, Dieng. Twitter.com/Andri BPBD Banjarnegara.

    Letupan Kawah Sileri, Dieng. Twitter.com/Andri BPBD Banjarnegara.

    TEMPO.CO, Yogyakarta- Pesawat helikopter yang membawa petugas Badan SAR Nasional Semarang jatuh di kawasan Pegunungan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Helikopter itu sedang memantau Kawah Sileri pasca-meletus.

    "Ya benar pesawat Basarnas Jateng jatuh. Saya sedang menuju ke lokasi membawa alat perlengkapan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Wonosobo, Prayitno ketika dihubungi, Ahad, 2 Juli 2017.

    Baca juga: Kawah Sileri Dieng Tercatat 6 Kali Meletus sejak 1939 sampai 2009

    Menurut Prayitno, pesawat helikopter itu sedang memantau Kawah Sileri di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pasca-letusan. Helikopter itu didatangkan untuk memberikan dukungan atau menyiapkan evakuasi bila diperlukan di sekitar Kawah Sileri. Namun, Prayitno belum merinci lokasi atau titik jatuhnya helikopter itu.

    Sebelumnya, Kawah Sileri menyemburkan lahar dingin setinggi 50 meter, siang tadi. Letusan kawah itu membuat wisatawan panik. Sepuluh wisatawan mengalami luka akibat kejadian itu.

    Simak pula: Alasan PVMBG Belum Naikkan Status Dieng Seusai Kawah Sileri Meletus

    Sekretaris bidang Komunikasi Basarnas pusat, Agus Supriyanto, menyatakan pesawat helikopter Basarnas Semarang jatuh sekitar pukul 16.00 di kawasan Dieng. Ia belum tahu jumlah penumpang dan korban dalam pesawat itu. "Kami masih terus koordinasi soal lokasi tepatnya dan korban," kata dia lewat sambungan telepon, Ahad, 2 Juli.

    SHINTA MAHARANI

    Video Terkait:
    Begini Detik-detik Usai Kaawah Sileri Dieng Meletus Fraktik Setinggi 50 Meter




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.