Alasan PVMBG Belum Naikkan Status Dieng Seusai Kawah Sileri Meletus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Letupan Kawah Sileri, Dieng. Twitter.com/Andri BPBD Banjarnegara.

    Letupan Kawah Sileri, Dieng. Twitter.com/Andri BPBD Banjarnegara.

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan lembaganya belum memutuskan menaikkan status Dieng setelah terjadinya letusan di Kawah Sileri, Dieng, Jawa Tengah, yang mengakibatkan sepuluh wisatawan terluka. Hingga saat ini, kawasan Kawah Dieng masih berstatus normal.

    “Masih normal karena secara (aktivitas) kegempaan, tidak terlalu signifikan. Kandungan gas juga ini kita pantau selama Lebaran. Kalau tiap hari, tim dari pengamat ini melakukan pengukuran langsung ke kawah-kawah itu karena kawah-kawah di sekitar itu dikhawatirkan adanya gas beracunnya,” kata Kasbani, Ahad, 2 Juli 2017.

    Baca: 17 Pengunjung yang Berada di Kawah Sileri Dieng saat Letusan

    Meski status Dieng tak dinaikkan, Kasbani mengatakan tetap akan memantau dan mengawasi sepuluh kawah yang ada di Dieng, serta melakukan pengukuran langsung kandungan gas di lapangan termasuk mengamati perubahan fisik semua kawahnya. “Selama liburan ini, teman-teman pengamat juga melakukan pengukuran ke kawah-kawah itu. Pengukuran kandungan gasnya karena di Dieng ini yang paling berbahaya itu adalah kandung gas beracun CO2 itu,” kata dia.

    Kasbani mengatakan pascaerupsi freatik tersebut, anak buahnya juga sudah melakukan pengukuran kembali kawah-kawah di Dieng, termasuk di Kawah Sileri. “Setelah tadi, ada pengukuran kita lakukan. Pengukuran gasnya tidak ada peningkatan signifikan. Masih sama,” kata dia.

    Baca: PVMBG Sudah Ingatkan Pengelola Dieng Soal Letusan Kawah Sileri

    Dari sisi kegempaan, ia mengatakan PVMBG tetap memantau dari pos. "Tapi dari sisi kandungan gas dan penampakan fisik di lapangan, teman-teman memantau terus. Apalagi banyak pengunjung di sana,” kata dia.

    Menurut Kasbani, letusan di Kawah Sileri itu bukan yang pertama. Catatannya, sudah dua kali terjadi letusan di Kawah Sileri, yakni pada 3 dan 24 April 2017. Saat itu, sudah terpantau adanya potensi terjadinya letusan tiba-tiba. “Sudah pernah terjadi pada tanggal 3 April, 24 April, dan pada hari ini sekitar jam 11 tadi,” katanya.

    AHMAD FIKRI

    Video Terkait:
    PVMBG Himbau Waspadai Lepasan Gas Beracun di Dieng




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.