17 Pengunjung yang Berada di Kawah Sileri Dieng saat Letusan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap putih mengandung gas karbondioksida (CO2) terus mengepul di permukaan kawah Timbang di dataran tinggi Dieng Dusun Simbar, Batur, Banjarnegara, Jateng, Senin (25/3). ANTARA/Anis Efizudin

    Asap putih mengandung gas karbondioksida (CO2) terus mengepul di permukaan kawah Timbang di dataran tinggi Dieng Dusun Simbar, Batur, Banjarnegara, Jateng, Senin (25/3). ANTARA/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat terjadi letusan di Kawah Sileri Dieng di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, ada 17 pengunjung yang tengah berada di lokasi tersebut.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan letusan di Kawah Sileri Dieng terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Kawah yang berada di komplek Gunung Dieng itu meletus disertai material lahar dingin, lumpur dan asap.

    Menurut Sutopo, tipe letusannya freatik, yaitu letusan gas atau embusan asap dan material yang dipicu oleh tekanan gas yang berada di bawah permukaan.

    Ledakan yang diikuti meterial itulah yang mengenai keempat wisatawan tersebut. "Tidak ada korban jiwa meninggal dunia," ujar Sutopo lewat pesan singkat, Ahad, 2 Juli 2017.

    Untuk menghindari bertambahnya korban, pengunjung dan warga diminta meninggalkan lokasi. "Kejadian tersebut berpotensi menimbulkan letupan susulan," ucapnya.

    Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara, 17 orang yang berada di Kawah Sileri Dieng saat terjadi letusan:

    1. Mirotun (30), alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
    2. Ayu Nur Aeni (10) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
    3. Muzaefah (32) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
    4. Haromi (55) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
    5. Heti Handayani (13) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
    6. Nur Holisoh (24) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
    7. Zulfa Yanti (9) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
    8. Badru Utamam (37), alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan luka lecet di kaki.
    9. Moh Fidsa Aswa Muzafar (2) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan luka lecet di atas telinga sebelah kiri dan lengan kanan.
    10. Muh Zahromi (50) Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
    11. Mutamimah (31), swasta, alamat sda, tidak ada luka.
    12. Siti Hudifah (30) alamat sda, tidak ada luka.
    13. Muainah, 44 th, Islam, alamat Ds. Kauman Rt Kec. Peninggaran Pekalongan luka yang dialami patah tertutup lengan sebelah kiri (akan dirujuk ke Pekalongan).
    14. Toyibah, 50 th, alamat sda, tidak ada luka / kaget.
    15. Nurbaiti, 12 th, alamat sda, tidak ada luka /kaget.
    16. Cucu Nofalia, 26 th, alamat sda, luka tidak ada/ sesak napas.
    17. Ika Setiyani, 25 th, alamat sda, luka sobek di kepala belakang sebelah kiri.

    ADITYA BUDIMAN

    Video Terkait:
    Begini Detik-detik Usai Kawah Sileri Dieng Meletus Fraktik Setinggi 50 Meter




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.