Kawah Sileri Dieng Meletus, 4 Wisatawan Alami Luka-luka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan Gunung Prau, Dieng, Wonosobo. shutterstock.com

    Pemandangan Gunung Prau, Dieng, Wonosobo. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana melansir ada empat orang yang mengalami luka-luka akibat letusan Kawah Sileri, Dieng, di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan empat orang tersebut merupakan wisatawan. "Tidak ada korban jiwa," kata Sutopo lewat pesan pendek, Ahad, 2 Juli 2017.

    Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara, dia melanjutkan, saat terjadi letusan Kawah Sileri Dieng, ada 17 wisatawan yang berada di lokasi. Keempat wisatawan yang menjadi korban kini sudah mendapat perawatan di Puskesmas I Batur.

    Sutopo menjelaskan letusan di Kawah Sileri, Dieng, terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Kawah yang berada di kompleks Gunung Dieng itu meletus disertai material lahar dingin, lumpur, dan asap. Ledakan yang diikuti material itulah yang mengenai keempat wisatawan tersebut.

    Menurut Sutopo, tipe letusannya freatik, yaitu letusan gas atau embusan asap dan material yang dipicu oleh tekanan gas yang berada di bawah permukaan.

    Untuk menghindari bertambahnya korban, pengunjung dan warga diminta meninggalkan lokasi. "Kejadian tersebut berpotensi menimbulkan letupan susulan," ucapnya.

    Seluruh petugas, BPBD Banjarnegara, relawan, dan aparat kepolisian, kata Sutopo, sudah berada di lokasi dan melakukan pengamanan. Menurut Sutopo, hingga saat ini belum ada kenaikan status ihwal peningkatan aktivitas gunung dan letusan yang terjadi pada siang ini.

    ADITYA BUDIMAN

    Inilah nama 17 orang yang berada di Kawah Sileri, berdasarkan data BPBD Banjarnegara:

    1. Mirotun, 30 tahun, alamat Desa Sabrang, Kecamatan Peninggaran, Kabupaten Pekalongan, tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
    2. Ayu Nur Aeni (10), alamat Desa Sabrang, Kecamatan Peninggaran, Kabupaten Pekalongan, tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
    3. Muzaefah (32), alamat Desa Sabrang, Kecamatan Peninggaran, Kabupaten Pekalongan, tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
    4. Haromi (55), alamat Desa Sabrang, Kecamatan Peninggaran, Kabupaten Pekalongan, tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
    5. Heti Handayani (13), alamat Desa Sabrang, Kecamatan Peninggaran, Kabupaten Pekalongan, tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
    6. Nur Holisoh (24), alamat Desa Sabrang, Kecamatan Peninggaran, Kabupaten Pekalongan, tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
    7. Zulfa Yanti (9), alamat Desa Sabrang, Kecamatan Peninggaran, Kabupaten Pekalongan, tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
    8. Badru Utamam (37), alamat Desa Sabrang, Kecamatan Peninggaran, Kabupaten Pekalongan, luka lecet di kaki.
    9. Moh Fidsa Aswa Muzafar (2), alamat Desa Sabrang, Kecamatan Peninggaran, Kabupaten Pekalongan, luka lecet di atas telinga sebelah kiri dan lengan kanan.
    10. Muh Zahromi (50), alamat Desa Sabrang, Kecamatan Peninggaran, Kabupaten Pekalongan, tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
    11. Mutamimah (31), swasta, alamat sda, tidak ada luka.
    12. Siti Hudifah (30), alamat sda, tidak ada luka.
    13. Muainah (44), Islam, alamat Desa Kauman Rt, Kecamatan Peninggaran, Kabupaten Pekalongan, luka yang dialami patah tertutup lengan sebelah kiri (akan dirujuk ke Pekalongan).
    14. Toyibah (50), alamat sda, tidak ada luka/kaget.
    15. Nurbaiti (12), alamat sda, tidak ada luka/kaget.
    16. Cucu Nofalia (26), alamat sda, luka tidak ada/sesak napas.
    17. Ika Setiyani (25), alamat sda, luka sobek di kepala belakang sebelah kiri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.