Puncak Arus Balik Lebaran, ASDP Imbau Pemudik Pakai Tiket Online

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik sepeda motor menuju kapal

    Pemudik sepeda motor menuju kapal "Roll on-Roll off" (RoRo) untuk menyeberangi Selat Sunda di Pelabuhan Merak, Banten, 23 Juni 2017. Pada H-2 Lebaran Pelabuhan Merak dipadati para pemudik baik yang menggunakan sepeda motor, bus, maupun mobil pribadi. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Cilegon - Direktur Utama PT Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi mengimbau agar para pemudik kapal feri memanfaatkan layanan penjualan tiket online dengan mengakses http://tiket.indonesiaferry.co.id untuk mempercepat dan mempermudah layanan arus balik Lebaran 2017

    Khususnya puncak arus balik yang diprediksi terjadi akhir pekan ini. "Tiket online tidak hanya dapat mengurangi antrean pembelian tiket di pelabuhan. Pemudik yang beli tiket online dapat menikmati jalur khusus di pelabuhan dengan waktu scan barcode lebih singkat sehingga akses menuju kapal lebih cepat," katanya, Jumat, 30 Juni 2017.

    Baca: Arus Balik Lebaran, Ini Pemicu Kepadatan di Tol Cikampek Jakarta

    Apalagi, kata Faik, layanan penjualan tiket online merupakan strategi dan inovasi perdana PT ASDP yang juga menawarkan skema perjalanan kapal terjadwal."Pengguna jasa mendapatkan kepastian jadwal keberangkatan dari setiap perjalanan kapal yang dipilih," ujarnya.

    Adapun layanan penjualan tiket penyeberangan berjadwal secara online saat ini baru berlaku bagi pengguna jasa di lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk untuk kendaraan roda dua, kendaraan roda empat (pribadi, pikap, boks barang), dan mobil travel jenis elf. 

    Selain menerapkan layanan penjualan tiket online, PT ASDP membuka loket penjualan di luar area pelabuhan (buffer zone) yang bertujuan memecah arus masuk ke pelabuhan karena kapasitas pelabuhan yang terbatas. Langkah itu juga diharapkan mereduksi antrean di pelabuhan agar tidak panjang.

    Selain itu, buffer zone berfungsi sebagai tempat mengedukasi pengguna jasa agar bertransaksi online baru sistem tersebut karena diterapkan. Tujuannya, agar ke depan pengguna jasa terbiasa melakukan transaksi online.

    Buffer zone menjadi tempat check-in agar waktu pelayanan di loket setelah sampai pelabuhan lebih singkat karena hanya tinggal boarding dengan scan barcode yang sudah didapat pengguna jasa. Pengguna jasa yang telah membeli tiket online dapat melakukan check-in minimal dua jam sebelum masuk ke pelabuhan.

    "Ini sebagai bentuk komitmen kita terhadap pengguna jasa dalam meningkatkan pelayanan dengan extra effort yang kita berikan atas pemenuhan fasilitas-fasilitas ekstra yang sudah disiapkan," kata Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Christine Hutabarat.

    Untuk akses menuju Pelabuhan Bakauheni, lokasi buffer zone tersebar di tiga titik, yaitu Terminal Rajabasa, Masjid Agung Kalianda, dan Rumah Makan Begadang 4. 

    Adapun lokasi buffer zone menuju Pelabuhan Ketapang juga terbagi di tiga titik, yaitu Istana Gandrung, Jembatan Timbang Watudodol, dan Pelindo Tanjung Wangi.

    Christine menegaskan PT ASDP menjadikan momen angkutan Lebaran 2017 untuk lebih meningkatkan kualitas layanan penyeberangan sehingga memberikan pengalaman perjalanan feri saat mudik yang lebih berkesan.

    Baca: Arus Balik Mudik, Kepadatan di Tol Cipali Melonjak Dua Kali Lipat

    "Tidak hanya menyediakan tiket online berjadwal dan buffer zone, kami juga menyiapkan armada berkapasitas besar serta mengakselerasi kecepatan kapal sehingga waktu tempuh lebih singkat," tuturnya. 

    Selain itu, demi keamanan dan kenyamanan pengguna jasa, ASDP memisahkan (sistem kluster) untuk kendaraan dan pengaturan jalur antrean penumpang dan kendaraan demi ketertiban arus balik Lebaran 2017 saat naik kapal.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.