Dua Pendaki Mahasiswi Unpar Bandung Makin Mendekati Puncak Alaska

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fransiska Dimitri (kanan) dan Mathilda Dwi Lestari di puncak tertinggi Antartika, Vinson Massif, awal Januari lalu. Dok. Women of Indonesia's Seven Summits Expedition (WISSEMU)

    Fransiska Dimitri (kanan) dan Mathilda Dwi Lestari di puncak tertinggi Antartika, Vinson Massif, awal Januari lalu. Dok. Women of Indonesia's Seven Summits Expedition (WISSEMU)

    TEMPO.CO, Bandung - Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Parahyangan Bandung (WISSEMU) semakin dekat dengan puncak Gunung Denali di Alaska yang berketinggian 6.190 meter dari permukaan laut (mdpl).

    Pada Kamis, 29 Juni 2017, pukul 19.00 waktu setempat, tim sudah berada di Camp 3, yang berketinggian 4.328 mdpl, dalam keadaan sehat. "Tim diperkirakan mencapai puncak Gunung Denali pada 1 Juli 2017," kata koordinator tim pendukung, Nadya Adriane Pattiasina, Kamis, 29 Juni 2017.

    Baca: Tiga Mahasiswa Unair Surabaya Taklukkan Gunung Denali Alaska

    Sejak 20 Juni lalu, tim yang terdiri atas Fransiska Dimitri Inkiriwang dan rekan sebayanya Mathilda Dwi Lestari, 23 tahun, memulai pendakian ke Base Camp (2.194 mdpl) yang berada di Southeast Fork Kahiltna Glacier. Lokasi itu merupakan titik awal untuk memulai pendakian dari jalur The West Buttress.

    Di titik tersebut, tim sempat berjumpa dengan rombongan pendaki dari Wanala Universitas Airlangga. Mereka saat itu tengah menuju ke Anchorage, kota terakhir di kaki gunung sebelum memulai pendakian. "Pertemuan dengan rekan seperjuangan menambah semangat tim untuk melanjutkan pendakian," ucapnya.

    Simak: 2 Mahasiswi Bandung Targetkan Sampai Puncak Denali 1 Juli

    Pada 21 Juni dari Denali Base Camp, tim Wissemu bergerak menuju Camp 1 di ketinggian 2.377 mdpl. Dari titik ini sampai dengan camp berikutnya, tim melakukan load-carry untuk mengurangi beban agar mempercepat gerakan sekaligus menjadi bagian dari proses aklimatisasi atau adaptasi cuaca.

    Keesokan harinya, dari Camp 1, tim bergerak menuju Camp 2 di ketinggian 3.413 mdpl. Tim singgah selama tiga hari di sana. Mulai 24 Juni, pendakian berlanjut menuju Camp 3 (4.328 mdpl). "Tim akan berada di Camp 3 selama lima hari," tuturnya. Aktivitas mereka selain load-carry ke ketinggian 4.907 mdpl adalah berlatih teknik memanjat.

    Lihat: Mahasiswi Pendaki Gunung Asal Unpar Lanjut Taklukkan Seven Summit

    Selama dua hari di antaranya, mereka beristirahat total guna pendakian ke High Camp (5.242 mdpl). Camp tersebut merupakan titik terakhir sebelum tim mendaki menuju puncak. Sepanjang perjalanan ke setiap base camp, kata Nadya, cuaca di Gunung Denali dinilai sangat bersahabat dan matahari senantiasa menemani. "Mohon doa dan dukungannya agar tim kembali mendapat cuaca cerah dan selalu dalam kondisi sehat," ujarnya.

    Ekspedisi yang disokong BRI dan Unpar ini merupakan upaya meraih puncak ke enam dari tujuh puncak gunung tertinggi beda benua di dunia (seven summits) untuk mengibarkan Merah Putih.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.