Senin, 22 Oktober 2018

Kapal Sulit Sandar, Warga Karamian Pindah Perahu dengan Meloncat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menaiki Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 35 di Pelabuhan Jetty Meulaboh, Aceh Barat, Aceh. ANTARA/Syifa Yulinnas

    Penumpang menaiki Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 35 di Pelabuhan Jetty Meulaboh, Aceh Barat, Aceh. ANTARA/Syifa Yulinnas

    TEMPO.CO, Sumenep--Tempo mendapat kiriman sejumlah foto dari warga Pulau Karamian. Foto itu menggambarkan betapa ekstremnya aktivitas menurunkan penumpang dari kapal ke pulau itu.

    Karamian merupakan pulau terpencil di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pulau tersebut masuk wilayah Kecamatan Pulau Masalembu. Butuh 17 jam perjalanan menggunakan kapal dari Pelabuhan Kalianget di Sumenep untuk mencapai Karamian. 12 jam ke Pulau Masalembu dan dari Masalembu dilanjutkan dengan perahu ke Karamian selama 5 jam.

    Baca: Kapal Mutiara Sentosa Terbakar di Sumenep, Penumpang Dievakuasi

    Kapal penumpang yang melayani rute ke Pulau Karamian yaitu KM  Sabuk Nusantara. Rizal, warga Karamian yang mengirim foto itu menuturkan kapal Sabuk Nusantara tak dapat sandar ke pulau karena perairan terlalu dangkal.

    Bila ada penumpang ke Karamian, kapal terpaksa buang sauh sekitar 2 mil dari pantai. Kemudian kapal nelayan akan mendekat dan merapat pada tangga kapal.

    Dalam situasi bergerak kena ombak, penumpang harus melompat dari kapal ke perahu. Selain di sisi tangga, perahu lain merapat di bagian anjungan kapal untuk memindahkan penumpang. "Hari biasa atau musim mudik, ya begitu kondisi," kata dia, Rabu, 28 Juni 2017.

    Simak: Unik, 980 Pejabat Sumenep Dilantik di Pantai

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumenep asal Masalembu, Darul Hasyim Fath, membenarkan situasi yang dialami warga Karamian. "Waktu saya reses ke sana beberapa hari lalu, mereka juga mengeluh soal kapal gak bisa sandar," kata dia.

    Sebenarnya, kata Darul, Kementrian Perhubungan telah membangun dermaga dan jembatan sepanjang hampir 1 kilometer di pulau itu. Jembatan yang dibangun dua tahun lalu itu  telah rampung dan tinggal dilengkapi beberapa fasilitas pendukung.

    Lihat: Rute Pesawat Perintis Sumenep - Surabaya Sepi Penumpang

    Sayangnya, ujar politikus PDI Perjuangan itu, setelah rampung, jembatan itu justru dibiarkan terbengkalai. Belum ada kepastian dari Kementrian Perhubungan kapan jembatan itu akan dioperasikan. Padahal, fungsi jembatan  penting agar aktivitas menurunkan penumpang tidak lagi dilakukan di tengah laut.

    "Saya berharap, kemenhub segera mengoperasikan jembatan itu, kasihan warga disana," kata  dia.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.