Mudik Lebaran, Volume Kendaraan Bukittinggi Meningkat 100 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menikmati objek wisata Jam Gadang, di Bukittinggi, Sumatera Barat, 28 Desember 2016. Jam Gadang dan objek wisata di sekitarnya masih menjadi destinasi favorit warga dalam dan luar kota untuk menghabiskan masa liburan tahun baru. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Wisatawan menikmati objek wisata Jam Gadang, di Bukittinggi, Sumatera Barat, 28 Desember 2016. Jam Gadang dan objek wisata di sekitarnya masih menjadi destinasi favorit warga dalam dan luar kota untuk menghabiskan masa liburan tahun baru. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Padang -- Wisatawan mulai memadatai Kota Bukittinggi untuk mengisi liburan Lebaran 1438 Hijriah. Sehingga ini meningkatkan kepadatan arus lalu lintas di sejumlah pintu masuk Kota Wisata itu.

    "Kepadatan sudah mulai terjadi sejak Lebaran ketiga. Volume kendaraan meningkat," ujar Kepala Kepolisian Resor Kota Bukittinggi, AKBP Arly Jembar Jumhana, Rabu 28 Juni 2017.

    Baca: Perhatikan 3 Zona Mudik Lebaran 2017 di Stasiun Senen

    Arly mengatakan kendaraan yang melintasi Kota Bukittinggi pada hari biasa sekitar 25 kendaraan per menit. Saat libur Lebaran, volume kendaraan mencapai 40 hingga 50 unit per menit.

    Menurutnya, kepadatan kendaraan terjadi di pintu masuk Kota Bukittinggi, yakni di kawasan Baso yang merupakan jalur masuk dari Payakumbuh dan Provinsi Riau. Kemudian di sekitar kawasan Padang Luar, yang menjadi jalur masuk dari Kota Padang, karena ada persimpangan.

    Baca: Mudik ke Yogya, Obama Tiba di Hotel Tentrem

    Selain itu, kata dia, kepadatan kendaraan juga terjadi di dalam kota. Terutama di kawasan wisata, seperti di Jam Gadang.

    "Kami menempatkan personel di lapangan dan melakukan rekayasa arus lalu lintas berupa buka tutup dan pengalihan arus ke jalur alternatif," kata Jembar.

    Kota Bukittinggi menjadi salah satu kota tujan wisata di Sumatera Barat. Kota berhawa sejuk ini menawarkan banyak destinasi bagi wisatawan.

    Land mark kota ini adalah Jam Gadang, yang di kelilingi taman dengan sejumlah pohon yang rindang. Ada kursi-kursi beton yang bisa diduduki untuk bersantai dan menikmati jam pemberian Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris Kota Bukittinggi waktu itu, tahun 1926 lalu.

    Selain Jam Gadang, wisatawan juga bisa mengunjungi Panorama Ngarai Sianok. Rindang dan sejuk sembari menikmati keindahan Ngarai. Di kawasan itu juga terdapat Terowongan Lubang Jepang, tempat di mana kita bisa menelusuri sejarah persembuyian tentara Jepang.

    Di dekat itu juga ada destinasi baru: Tembok panjang dan besar yang bernama Great Wall of Koto Gadang. Dengan panjang 1,5 kilometer, great wall ini membentang dari Kota Bukittinggi hingga Kabupaten Agam, melintai Nagari Sianok. Pengunjung dapat menikmati pemandangan lembah raksasa nan indah dan hijau.

    Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi Erwin Umar mengatakan, pengunjung wisata di Kota Bukittinggi meningkat selama libur Lebaran. Sebanyak 42 ribu pengunjung terhitung mengunjungi sejumlah objek wisata di Bukittinggi, Selasa kemaren.

    "Peningkatan dua kali lipat dari kunjungan weekend. Dan puncaknya akan berlanjut hingga Minggu," kata Erwin, Rabu 28 Juni 2017.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.