Polisi Kawal Pemakaman Pelaku Teror di Polda Sumut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pos jaga pintuk keluar Polda Sumut diserang dua pria yang diduga teroris bertepatan hari Lebaran, 25 Juni 2017. Foto : Sahat simatupang

    Pos jaga pintuk keluar Polda Sumut diserang dua pria yang diduga teroris bertepatan hari Lebaran, 25 Juni 2017. Foto : Sahat simatupang

    TEMPO.CO, Medan - Jenazah Ardial Ramadhana, pelaku teror Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dimakamkan di Pekuburan Muslim Sudirejo II, Jalan Kemiri Simpang Limun, Medan, Rabu, 28 Juni 2017 dengan pengawalan ketat polisi.

    Pantauan Tempo, kuburan Ardial Ramadhana berada di tengah-tengah ratusan kuburan. Menurut pengurus Pekuburan Muslim Sudirejo II, Syahrial, mereka tidak mengetahui jasad yang dikebumikan adalah pelaku teror di Markas Polda Sumut.

    Baca juga: Jenazah Pelaku Teror di Polda Sumut Diserahkan Kepada Keluarga

    "Saya hanya dikabari kepala lingkungan tadi pagi ada jenazah yang akan dimakamkan. Tapi saya curiga karena jenazah dikawal banyak polisi dan dikuburkan dengan cepat," kata Syahrial kepada Tempo.

    Kepala Lingkungan I Sudirejo II Ikhsan mengatakan, dia dihubungi oleh sesama kepala lingkungan kemarin petang, 27 Juni 2017. "Saya diminta menyiapkan tempat untuk pemakaman seorang laki-laki. Karena tanah Pekuburan Muslim Sudirejo II sudah habis, pengelola mencari makam kakeknya. Kami kuburkan dia di atas makam kakeknya," kata Ikhsan.

    Ikhsan tidak menyangka jasad yang mereka kuburkan itu adalah penusuk polisi yang tewas di Markas Polda Sumut. "Kalau saya tahu dia teroris, saya juga enggan mengurusnya. Saya baru tahu dari kalian bahwa dia penusuk anggota polisi," ujar Ikhsan.

    Simak pula: Galang Bantuan Untuk Keluarga Polisi Korban Teror di Polda Sumut

    Saat pemakaman, Ikhsan mengatakan, keluarga Ardial datang bersama tiga pasang perempuan dan laki-laki yang masih muda diantar mobil ambulans." Saya tidak tahu yang mana ayah dan ibunya. Pemakaman berlangsung sekitar 10 menit saja," kata Ikhsan.

    Jenazah Ardial Ramadhana sebelumnya akan dimakamkan di sekitar rumah orang tuanya di Jalan Makmur Gang Dahlia, Kecamatan Percut, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Namun, masyarakat sekitar menolak jasad Ardial dengan cara memblokir jalan dan membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap ISIS.

    Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Martua Sigalingging, anggota Pelayanan Markas (Yanma) Polda Sumut tewas mengenaskan dengan luka tikam di tubuh dan wajahnya serta luka bakar pada Ahad, 25 Juni 2017 sekitar pukul 03.00. Dia diserang oleh Syawaluddin Pakpahan dan Ardial Ramadhana yang menyusup ke dalam Markas Polda Sumut dengan melompati pagar.

    Lihat juga: Polisi Tetapkan Empat Tersangka Teror di Polda Sumut

    Keduanya membunuh Aiptu Martua Sigalingging yang sedang tertidur di Pos Jaga III (pos penjagaan pintu keluar Markas Polds Sumut) karena kurang sehat. Kepala Polda Sumut Insektur Jenderal Rycko Amelza Dahniel menyebut penyerang merupakan jaringan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah. Motif penyerangan adalah untuk merampas senjata yang akan digunakan pada aksi-aksi serangan berikutnya kepada anggota Polri dan TNI.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.