Arus Balik, Maksimal 1 Jam di Rest Area KM 62 Tol Cikampek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik beristirahat setelah menempuh perjalanan di pelataran Masjid rest area KM 102 jalan tol Cipali, Subang, 16 Juli 2015. Selepas subuh kondisi rest area relatif lancar dan terurai kembali. TEMPO/Imam Sukamto

    Pemudik beristirahat setelah menempuh perjalanan di pelataran Masjid rest area KM 102 jalan tol Cipali, Subang, 16 Juli 2015. Selepas subuh kondisi rest area relatif lancar dan terurai kembali. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto mengimbau pemudik pada arus balik Lebaran 2017 agar tidak berhenti di rest area lebih dari satu jam. Apabila pemudik berhenti terlalu lama, khawatir kemacetan akan terjadi.

    "Harus menyadari jangan lebih dari satu jam di rest area. Cukup 45 menit. Jangan sampai satu sampai dua jam. Kasihan yang lain," kata Pudji setelah menggelar inspeksi mendadak di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Selasa, 27 Juni 2017.

    Baca:  Ditjen Bina Marga: Arus Balik Mudik 2017 Mulai Rabu

    Berdasarkan pantauannya melalui udara saat arus mudik kemarin, menurut Pudji, sebagian besar titik kemacetan berada di sekitar rest area. "Khususnya di jalan tol. Di sana ada bottle neck, ada penyempitan masuk ke rest area, sudah penuh, dan dia memaksakan. Di jalur darurat pun begitu."

    Saat arus balik nanti, Pudji mengatakan kemacetan luar biasa diprediksi akan terjadi di rest area kilometer 62 tol Cikampek-Jakarta serta rest area pertama pertemuan antara tol Cipali dan tol Cipularang. "Ini dari dulu menjadi biang kerok. Sudah penuh, tapi tetap orang akan cari rest area itu," katanya.

    Baca: Arus Mudik Pantura naik 470 Persen, Sepeda Motor Merajai

    Pudji mengatakan untuk mengantisipasi kemacetan parah yang diperkirakan akan terjadi di sekitar rest area, maka rest area akan ditutup ketika sudah penuh kendaraan. "Kemudian dibuat contra flow sampai dengan rest area berikutnya," ujarnya.

    Selain itu, Pudji meminta kepolisian untuk menambah anggota dan menggunakan mobil pengurai massa di sana. "Polri punya mobil pengurai massa yang sound system-nya itu bisa digunakan untuk mengimbau masyarakat yang sudah cukup istirahat untuk bergantian," tuturnya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.