Polisi Tetapkan Empat Tersangka Teror di Polda Sumut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul (kanan) memperlihatkan sejumlah barang bukti saat rilis tiga kasus kejahatan dunia online di Mabes Polri, Jakarta, 30 Mei 2017. TEMPO/Amston Probel

    Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul (kanan) memperlihatkan sejumlah barang bukti saat rilis tiga kasus kejahatan dunia online di Mabes Polri, Jakarta, 30 Mei 2017. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi telah menetapkan empat tersangka penyerangan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Satu pelaku teror di Polda Sumut yang baru ditetapkan tersangka itu diduga berperan merencanakan serangan yang menewaskan satu anggota polisi.

    "Ada tambahan satu tersangka dari semula tiga orang menjadi empat orang," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Besar Martinus Sitompul lewat keterangan tertulis, Selasa, 27 Juni 2017, terkait dengan teror di Polda Sumut.

    Baca juga:
    Teror di Polda Sumut, IPW: Polisi Ceroboh Menjaga Markasnya

    Tersangka baru itu, kata dia, bernama Firmansyah Putra Yudi, 32 tahun. Tiga tersangka sebelumnya adalah Syawaluddin Pakpahan, Ardial Ramadhana (AR), dan Hendry Pratama alias Boboy.

    Syawal dan AR diketahui berperan mensurvei lokasi penyerangan di Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan mengeksekusi serangan. Adapun Boboy terlibat sebagai pihak yang mensurvei titik penyerangan, yakni pos penjagaan di pintu keluar Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

    Baca pula:
    Kompolnas: Teror di Polda Sumut Seharusnya Tak Terjadi

    Para tersangka akan dijerat Pasal 6 dan 7 Undang Undang Tindak Pidana Terorisme dan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Peristiwa teror di Polda Sumatera Utara terjadi pada 25 Juni 2017. Serangan yang terjadi pada dinihari itu menewaskan anggota pelayanan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara Ajun Inspektur Satu Martua Sigalingging.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.