Hati-hati Tiket Palsu Kereta Api Menjelang Arus Balik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang memasuki kereta tujuan Tanjung Karang Lampung di Stasiun Kereta Api Kertapati Palembang, Sumsel, 19 Juli 2015. Volume penumpang arus balik di stasiun pada H+2 Lebaran sebanyak 24.250 orang dan diprediksi akan melonjak pada H+3 dan H+4. ANTARA/Yahanan Sulam

    Penumpang memasuki kereta tujuan Tanjung Karang Lampung di Stasiun Kereta Api Kertapati Palembang, Sumsel, 19 Juli 2015. Volume penumpang arus balik di stasiun pada H+2 Lebaran sebanyak 24.250 orang dan diprediksi akan melonjak pada H+3 dan H+4. ANTARA/Yahanan Sulam

    TEMPO.CO, Palembang - Aida Suryanti Manager Humas PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI Divre III Palembang meminta calon penumpang mewaspadai tiket palsu yang sengaja dijual oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Permintaan itu ia sampaikan setelah beberapa hari yang lalu petugas Daops 1 menemukan kecurangan yang merugikan calon penumpang.

    Kesiagaan tinggi untuk mengantisipasi tiket palsu kereta pai itu dilakukan PT KAI karena kereta terbukti masih menjadi pilihan utama penumpang selama lebaran tahun ini. "Kami bersama penumpang harus waspada tiket palsu," kata Aida, Selasa, 27 Juni 2017.

    Baca juga:

    Lebaran 2017, Hampir 300 Ribu Penumpang Mudik dari Stasiun Gambir

    Membaiknya pelayanan kepada penumpang KA di wilayah Sumatera Selatan membuat meningkatnya animo masyarakat memilih KA sebagai alat transportasi dalam mudik Lebaran 1438 H baik yang dari Kertapati – Lubuklinggau (PP) maupun Kertapati – Tanjungkarang (PP). Masih kata Aida, seluruh jajaran PT KAI Divre III telah berupaya maksimal untuk menyukseskan masa angkutan lebaran yang dimulai tanggal 15 Juni 2017 (H-10) hingga 11 Juli 2017 (H+10).

    Termasuk untuk menghadapi masa arus balik dan menghindari ulah dari orang-orang yang ingin mendapatkan keuntungan dengan melakukan penjualan tiket boarding pass palsu kepada calon penumpang.

    Baca pula:

    Mudik Lebaran 2017, Dirut KAI: Awas Tiket Palsu

    Sementara itu Kadivre III Palembang, Andika Tri Putranto menghimbau masyarakat dapat membeli tiket di channel resmi yang telah menjadi mitra PT KAI. Selanjutnya agar masyarakat yang telah membeli tiket secara online dapat mencetak sendiri boarding pass di Check In Counter (CIC) yang ada di stasiun keberangkatan penumpang.

    Selain itu dihimbau untuk tidak membeli tiket dalam bentuk boarding pass karena apabila tiket palsu tidak bisa terdeteksi di mesin scaner PT KAI pada saat boarding karena terdapat perbedaan kode pengaman seperti pada tiket asli yaitu adanya background tulisan Kereta Api Indonesia. "Apabila terdapat perbedaan dengan boarding pass tersebut segera konfirmasi kepada petugas," katanya.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.