Napi Kabur dari Lapas Makassar Tertangkap di Seram Saat Idul Fitri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Makassar - Terpidana seumur hidup, Tajrul Kilbareng, 31 tahun, akhirnya tertangkap saat Idul Fitri, setelah kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Klas I Makassar pada Minggu, 7 Mei 2017. Napi tersebut sudah menjadi buronan polisi setelah melarikan diri dengan cara menggergaji terali besi dalam tahanan.

    "Tajrul, napi seumur hidup tertangkap di Kabupaten Seram bagian timur, Maluku pada Minggu, 25 Juni 2017," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan Sahabuddin Kilkoda kepada Tempo, Selasa, 27 Juni 2017.

    Baca juga:
    Gergaji Terali Besi, 3 Narapidana LP Makassar Kabur  

    Menurut dia, saat ini Tajrul masih dalam perjalanan dari Kota Bula menuju Rumah Tahanan Ambon. "Rencana dijemput kepala lembaga pemasyarakatan Makassar pada Rabu atau Kamis di Ambon," ujar Sahabuddin.

    Lebih lanjut, Sahabuddin menjelaskan, Tajrul merupakan tahanan pindahan dari Lembaga Pemasyarakat Papua ke Lembaga Pemasyarakatan Makassar yang melarikan diri bersama dua rekannya, yakni Rizal Budiman, 22 tahun dan Iqbal alias Bala, 34 tahun.

    Baca pula:
    Napi Kabur di Makassar, Satu Orang Ditangkap di Poso

    Namun Rizal terlebih dulu ditangkap di Poso pada 14 Mei 2017 dan Iqbal tertangkap di Palopo pada 18 Mei 2017. "Tapi karena melawan polisi Iqbal ditembak pada bagian dada dan akhirnya meninggal dunia," katanya.

    Sebelumnya, tiga napi kelas kakap ini berhasil melarikan diri dari blok A1 kamar 10 Lembaga Pemasyarakatan Makassar dengan cara menggergaji terali besi pada Minggu dinihari, 7 Mei 2017. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan meminta bantuan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan untuk menangkap tahanan kabur tersebut. Selain itu, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan menyebarluaskan foto ketiga narapidana yang masuk daftar buron tersebut.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.