Cerita Rindu Anies pada Novel Baswedan Saat Lebaran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Salahudin Uno menggelar open house bagi warga Jakarta di rumahnya Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Senin, 26 Juni 2017. Tempo/Avit Hidayat

    Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Salahudin Uno menggelar open house bagi warga Jakarta di rumahnya Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Senin, 26 Juni 2017. Tempo/Avit Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan mengaku ada yang kurang menjalani hari raya Idul Fitri tanpa dihadiri sepupunya Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. "(Lebaran) kali ini ada yang kurang," kata Anies saat menggelar open house di rumahnya kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Senin, 26 Juni 2017.

    Anies menceritakan, biasanya Novel dan keluarga akan datang ke rumah Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan setiap tahunnya. Kali ini Novel tak bisa berlebaran bersama keluarga besar karena harus menjalani perawatan medis di Singapura. Penyidik senior KPK itu disiram air keras oleh orang misterius beberapa waktu lalu.

    Menurut Anies, biasanya Novel akan datang ke rumah di hari kedua setelah Lebaran. Tahun ini keluarga besar Baswedan melalui Lebaran tanpa Novel. "Kami (Lebaran) per telepon saja, beliau masih di sana (Singapura), doakan mudah-mudahan beliau full recovery," ucap dia.

    Dia mengatakan bahwa apa yang dialami Novel adalah cobaan berat. Tapi Anies percaya, Novel tangguh melewati cobaan ini. "Novel itu orang kuat, orang yang tangguh."

    Baca: Polisi Buat Sketsa Wajah Terduga Penyiram Novel

    Mantan Menteri Pendidikan itu juga bersyukur karena Novel selalu berada di jalan lurus, meski menghadapi berbagai cobaan. Novel beberapa kali menghadapi teror. Hal ini karena ia dikenal sebagai sosok yang berani mengungkap skandal korupsi di Indonesia.

    "Kami yakin, Insya Allah, Tuhan tidak memberikan ujian yang manusia tidak sanggup," kata Anies. Dia percaya Novel akan kuat menjalani ini semua.

    Baca: Usut Penyerangan Novel, Kapolri Tawarkan Kerja Sama ke KPK

    Sampai saat ini, kasus Novel masih buntu. Polisi belum bisa mengungkap siapa pelaku teror tersebut. Ada dugaan polisi tak sungguh-sungguh mengungkap kasus ini. Hal ini yang membuat keluarga Novel kecewa.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.