Pesan Idul Fitri Terakhir Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesan Idul Fitri Terakhir Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi

    Pesan Idul Fitri Terakhir Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi

    INFO PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan bahwa malam takbiran dan perayaan Idul Fitri 1438 H merupakan yang terakhir dalam tugasnya sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode. “6 Maret 2018 masa jabatan sebagai Bupati Purwakarta saya sudah berakhir," kata Kang Dedi, sapaan akrab Dedi Mulyadi.

    Hal ini diungkapkannya saat memberikan sambutan pada Festival Dulag Purwakarta 2017 saat malam takbiran, Sabtu malam, 24 Juni 2017 di ruas jalan Kolonel Kornel Singawinata, Purwakarta. Pernyataan serupa juga diungkapkan saat menyampaikan sambutan menjelang pelaksanaan salat Idul Fitri di halaman Masjid Agung Baung Yusuf dan teras taman Pasanggrahan Pajajaran serta taman Maya Datar, Minggu, 25 Juli 2017.

    Oleh karenanya Kang Dedi menyatakan permintaan maaf atas segala kekurangan dalam pelayanan publik yang dilakukan dirinya bersama para pejabat dan jajaran Pemkab Purwakarta. Dia berjanji akan memaksimalkan kinerja Aparat Sipil Negara (ASN) dalam sisa waktu tugasnya tersebut. Kang Dedi ingin dalam mengakhiri tugasnya kelak, pelayanan terhadap publik bisa lebih baik dari sekarang.

    "Kami berhasil melaksanakan mission impossible membuka akses jalan lingkar barat di Sukasari seberang Danau Jatiluhur. Kami juga berhasil membebaskan masyarakat Purwakarta dari mengkonsumsi beras raskin melalui program beras perelek dan ATM beras,” tutur Kang Dedi.

    Kang Dedi mengharapkan siapa pun yang akan menggantikan tugasnya sebagai Bupati Purwakarta, agar tidak meninggalkan pembangunan berbasis lingkungan, kultur, dan budaya Kesundaan. “Kecuali itu, jangan sampai ada rakyat miskin yang tidak bisa pulang dari rumah sakit karena belum membayar tagihan. Jangan ada rakyat miskin dan anak yatim yang terlantar tanpa perhatian pemerintah,” kata Kang Dedi. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.