Datangi Open House JK, Warga Berharap Dapat Amplop  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi dan ibu Iriana Jokowi bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan ibu Mufidah Jusuf Kalla, menyambut para tamu saat Open House di Istana Presiden, Jakarta, 25 Juni 2017. Tempo/Istman

    Presiden Jokowi dan ibu Iriana Jokowi bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan ibu Mufidah Jusuf Kalla, menyambut para tamu saat Open House di Istana Presiden, Jakarta, 25 Juni 2017. Tempo/Istman

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar open house, Minggu sore, 25 Juni 2017. Open house yang ditujukan bagi kerabat dan sahabat JK itu ikut dipenuhi warga masyarakat.

    Open house Kalla digelar di rumah dinas di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Pusat. Pantauan Tempo, sekitar 50-100 orang warga masyarakat ikut mengantri untuk masuk ke tempat open house. Mereka terlihat berjubel bersesakan meski hari telah senja.

    Kondisi tersebut membuat Pasukan Pengaman Presiden kesulitan mengatur warga. Beberapa petugas Paspampres bahkan setengah berteriak meminta warga untuk sabar mengantre. "Sabar, sabar, jangan dorong-dorongan," kata seorang Paspampres.

    Supardi, 71 tahun, adalah salah satu warga yang ingin berlebaran dengan Kalla. Pria asal Kediri yang tinggal di Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, itu mengaku telah datang ke lokasi sejak pukul 16.00. Rupanya dia memang kerap menghadiri open house pejabat dari tahun-tahun sebelumnya. "Saya memang sudah lama ikut beginian. Tahun lalu juga ikut," kata Supardi.

    Selain bertemu Kalla, Supardi mengaku bisa mendapat makanan dan amplop dengan ikut open house. Tahun lalu, dia menyebut nilai uang dalam amplop adalah Rp 50 ribu.

    Saat azan magrib berkumandang, seorang Paspampres mengumumkan bahwa acara open dihentikan sementara. "Acaranya break dulu, nanti dilanjut pukul 19.00," kata Paspampres. Mendengar itu, warga pun bubar dengan tertib.

    AMIRULLAH SUHADA

    Video Terkait:
    Warga Makassar Berdesak-desakan Hadiri Open House di Rumah Jusuf Kalla




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.