Seskab Pramono Anung: Kelompok Teroris di Sumut Sudah Dilumpuhkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (tengah) saat rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 1 November 2016. Sebanyak 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak akan dilaporkan ke KPK. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (tengah) saat rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 1 November 2016. Sebanyak 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak akan dilaporkan ke KPK. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan kepolisian telah berhasil melumpuhkan kelompok teror yang berupaya menyerang Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Pemerintah, kata dia, bakal terus mendukung kerja kepolisian untuk memberantas kelompok teror tersebut.

    Pramono menambahkan saat ini kepolisian tengah melengkapi data kelompok teror. "Termasuk sel dan jaringan yang ada dan mudah mudahan dalam waktu dekat segera bisa diungkap," kata Pramono di rumah Presiden kelima Megawati Sukarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Ahad 25 Juni 2017.

    Pramono menambahkan pemerintah memberikan dukungan penuh lantaran kini kepolisian dijadikan target serangan kelompok teror. Padahal, kepolisian bertugas untuk menjaga keamanan masyarakat. "Tentunya polisi perlu hati-hati dan kita juga semuanya," ujar dia.

    Kepolisian Daerah Sumatera Utara menangkap empat orang di berbagai tempat di Kota Medan terkait teror penyerangan Markas Polda Sumut di Jalan Medan -Tanjung Morawa. Keempat terduga teroris ditangkap tim gabungan Polda Sumatera Utara, Polrestabes Medan, dan Detasemen Khusus 88 Anti Teror.

    Penyerangan Pos Jaga III Markas Polda Sumut, Ahad 25 Juni 2017 sekitar pukul 03.00 WIB. Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Rycko Amelza Dahniel mengatakan serangan ini membuktikan sel teroris ada di Sumatera Utara.

    Kepolisian, kata dia, masih akan mendalami keterkaitan empat orang yang ditangkap terkait serangan itu. "Di rumah salah satu pelaku penyerangan berinisial SP ditemukan  buku-buku jihad dan bunuh diri. Mereka juga  sudah mengindoktrinasi anak-anak sekitar rumah SP (salah satu yang ditangkap) untuk melakukan bom bunuh diri," kata Rycko.

    ARKHELAUS W. | SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.