Cerita Menteri Rudi, Mengapa Jarang Berbuka Bersama Istri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan keterangan kepada pers terkait serangan Ransomware baru bernama WannaCry di Jakarta, 14 Mei 2017. Kementerian Kominfo melakukan himbauan dan serangkaian penangkalan dan penanganan mengatasi serangan malware. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan keterangan kepada pers terkait serangan Ransomware baru bernama WannaCry di Jakarta, 14 Mei 2017. Kementerian Kominfo melakukan himbauan dan serangkaian penangkalan dan penanganan mengatasi serangan malware. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ternyata punya kisah sedih selama ramadhan. Kesibukannya selama ramadhan memaksa ia hanya sempat tiga kali berbuka puasa bersama keluarga di rumah. Padahal, momentum seperti itu harusnya lebih banyak dilakukan.

    "Selama sebulan ada mungkin dua-tiga kali (berbuka) sama istri," kata Rudiantara yang menuturkan kisah kesibukannya selama Ramadhan di sela open house di rumahnya, Minggu  25 Juni 2017.

    Rudiantara mengaku memang tak menyenangan. Namun keluarganya bisa memahaminya, karena ini konsekuensi dari tugas dan jabatan yang diemban Rudiantara. Baginya, hal yang penting bukan buka bersama melainkan saling mengingatkan waktu berbuka.

    Apalagi saat ini, menurut Rudiantara, banyak sekali teknologi yang bisa mendukung interaksi keluarga meski jarak memisahkan. "Kan ada virtual kan, bisa dirasain pas buka saling mengingatkan," ucapnya.

    Banyak perubahan diakui Rudiantara, karena tugas-tugasnya sebagai menteri di kabiner Presiden Jokowi. Rudi yang biasanya berkumpul di rumah orang tuanya di Bogor setiap lebaran, kini lebih banyak berada di Jakarta. Selain karena orang tuanya meninggal, juga tradisi itu diubah sejak dia menjadi menteri.

    "Sekarang habis Salat Ied di Masjid Istiqlal, silaturahmi ke kakak dulu di Jakarta baru open house di rumah dinas," kata Rudiantara.
    Rudiantar mengaku tak punya menu spesifik saat lebran. Seperti umumnya, seperti ketupat, opor ayam dan sambal goreng ati dipastikan juga ada di kediamannya.

    Salah satu tradisi yang masih ada di keluarganya adalah tradisi salam tempel. Jika waktu kecil Rudiantara menerima dari paman dan bibinya, kini ia harus memberikannya kepada keponakan-keponakannya. "Tapi kalau yang sudah kerja ya tidak dan buat om dan tante saya juga saya beri," ujar Rudiantara.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.