Hari Pertama Lebaran 2017, Volume di Tol Cipali Turun 29 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan kendaraan pemudik terjebak kemacetan yang cukup parah pada H-3 menjelang hari raya Idul Fitri 1438 H sebelum memasuki pintu tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Cikampek, 22 Juni 2017. Pemerintah memprediksi puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada Jumat-Sabtu, 23 dan 24 Juni. TEMPO/Imam Sukamto

    Ribuan kendaraan pemudik terjebak kemacetan yang cukup parah pada H-3 menjelang hari raya Idul Fitri 1438 H sebelum memasuki pintu tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Cikampek, 22 Juni 2017. Pemerintah memprediksi puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada Jumat-Sabtu, 23 dan 24 Juni. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Volume lalu lintas di Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) khususnya di Gerbang Tol Palimanan pada Hari Raya Idul Fitri, Ahad pagi, 25 Juni 2017, berkurang 29 persen. Meski begitu, kepadatan arus kendaraan di Cipali tetap mencapai lebih dari dua kali lipat volume normal.

    Dilansir dari siaran pers PT Lintas Marga Sedaya, kendaraan yang melintas di Tol Cipali di GT Palimanan (keluar dan masuk, arah Cirebon dan Jakarta) pada Sabtu 24 Juni pukul 06.00 hingga hari ini sebanyak 55.535 unit kendaraan, atau turun 29 persen dari sehari sebelumnya yang mencapai 78.391 unit.

    Adapun kendaraan yang masuk GT Palimanan arah Jakarta sebanyak 10.615 unit. Sedangkan yang mudik yakni keluar tol Cipali dari GT Palimanan arah Cirebon tercatat 44.920 unit. Jumlah kendaraan yang mudik ini lebih rendah 27 persen dari sehari sebelumnya yang masih 61.835 unit.

    Baca: Mudik H-2, Tol Cipali Macet 10 Kilometer

    “Secara jumlah, kendaraan yang melintas di Tol Cipali menunjukkan tren menurun sejak puncaknya di H-3 hingga hari H Lebaran," kata Firdaus Azis, Wakil Presiden Direktur PT Lintas Marga Sedaya (LMS) melalui siaran persnya, Ahad, 25 Juni 2017. Ia menuturkan kecepatan berkendara di jalur jalan tol Cipali sudah bisa dipacu lebih kencang karena volume lalu lintas sudah berkurang. Namun ia mengimbau agar pengemudi tetap mematuhi batas kecepatan maksimal 100 km/jam, dan tetap menjaga jarak aman sesuai kecepatan.

    LMS juga mengimbau kepada pengemudi untuk tidak memaksakan diri masuk ke dalam rest area jika sudah penuh. Pengemudi dapat beristirahat di luar area Tol Cipali dengan keluar melalui gerbang tol terdekat.

    Pengemudi bisa masuk kembali ke Tol Cipali dan tarif tolnya jika ditotal akan tetap sama saat dihitung jumlah yang mesti dibayarkan. Misalnya pengguna dari GT Cikarang Utama keluar di GT Subang, lalu masuk lagi melalui GT Subang hingga GT Palimanan Utama, maka total tarif yang dibayarkan sama dengan tarif langsung GT Cikarang Utama ke GT Palimanan Utama, yakni sebesar Rp 111.000 atau tarif normal.

    Baca: Arus Mudik di Tol Cipali Melonjak 100 Persen dan Rest Area Sesak

    Untuk menghindari kemacetan, Firdaus mengimbau agar pengguna jalan tol tidak belanja di pedagang asongan yang berada di sepanjang jalan tol Cipali. Pengemudi juga diimbau agar tidak berhenti di bahu jalan demi menjaga keselamatan bersama khususnya di lokasi sekitar rest area yang sudah penuh dan ditutup oleh petugas.

    Untuk pengemudi yang hendak mengisi bahan bakar di rest area, dapat memanfaat BBM kemasan berukuran 10 liter yang disiapkan Pertamina, sehingga dapat menghindari antrian panjang di SPBU

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.