Identitas 3 Terduga Teroris yang Terkait Pelaku Teror Polda Sumut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, seusai rapat koordinasi kesiapan akhir tingkat pusat Operasi Ramadaniya 2017 di Mabes Polri, Jakarta, 12 Juni 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, seusai rapat koordinasi kesiapan akhir tingkat pusat Operasi Ramadaniya 2017 di Mabes Polri, Jakarta, 12 Juni 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, mengatakan penangkapan tiga orang yang merencanakan pengeboman pada awal Juni 2017 diduga terkait teror polda Sumatera Utara (Sumut). Kepolisian masih menelusuri apakah pelaku berhubungan dengan terduga teroris yang ditangkap itu.

    Baca: Apa Peran Tiga Terduga Teroris dalam Teror Polda Sumut?  

    Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian di Istana menyatakan kedua pelaku penyerangan itu berhubungan dengan 3 terduga teroris. Berikut identitas mereka:

    1. Berinisial RA alias Abu Fatin bin Nasril, 32 tahun. Pria kelahiran Medan ini ditangkap pada Selasa, 6 Juni 2017 sekitar pukul 10.00 WIB di depan pom bensin Jalan Sisingamangaraja XII, Kelurahan Sitirejo II, Kecamatan Medan Amplas, Medan. Polisi menduga RA termasuk anggota kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah Medan. Dia diduga bergabung dengan kelompok itu dan merencanakan aksi teror dengan mensurvei Markas Komando Brigade Mobil Sumatera Utara.

    Dia juga diduga menerima donasi untuk penggalangan dana dengan nama kegiatan Baitul Mal. Dia menggunakan rekening BCA atas nama Ahmad Sukri, pelaku bom bunuh diri Kampung Melayu, Jakarta.

    2. AAG alias Abu Yaqub, 47 tahun. Dia bekerja sebagai pelatih bela diri, ditangkap bersamaan dengan RA. Dia juga diduga anggota kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah Medan dan diduga merencanakan aksi teror dengan mensurvei Markas Komando Brimob Sumatera Utara.

    Baca: Pelaku Teror Polda Sumut Ternyata Pernah ke Suriah

    3. J alias Abu Ilham bin M. Daud, 41 tahun. Dia ditangkap di depan Pasar Titipapan, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Medan, sekitar pukul 13.30 WIB, Selasa, 6 Juni 2017. Pria yang bekerja sebagai wiraswasta ini juga diduga anggota kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah Medan dan diduga merencanakan aksi teror dengan mensurvei Markas Komando Brimob Sumatera Utara.

    Polisi dianggap salah satu target dari teroris karena polisi kerap menghalang-halangi kegiatan mereka. "Karena mereka selalu ditangkap polisi," kata Pelaksana harian Kepala Bagian Penerangan Satuan Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Sulistyo Pudjo Hartono, kepada wartawan di Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Minggu, 25 Juni 2017.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.