Ketua MPR Zulkifli Hasan: Lupakan Luka Pilkada Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR, Zulkifli Hasan, berpose bersama Duta Besar Malaysia dan keluarga saat menggelar Open House guna merayakan Idul Fitri 1438 Hijriah di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra IV, Jakarta. 25 Juni 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    Ketua MPR, Zulkifli Hasan, berpose bersama Duta Besar Malaysia dan keluarga saat menggelar Open House guna merayakan Idul Fitri 1438 Hijriah di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra IV, Jakarta. 25 Juni 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan mengajak masyarakat untuk melupakan konflik horizontal yang terjadi terutama yang diakibatkan pemilihan gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Menurut dia, Idul Fitri 1438 Hijriah harus jadi momentum merajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa.

    "Tinggalkan jauh-jauh itu, apalagi soal Pilkada. Persatuan yang utama," katanya saat menggelar open house di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra IV, Jakarta, Ahad, 25 Juni 2017.

    Menurut Zulkifli, bila rasa saling menghormati dan mencintai terbangun di antara masyarakat, itu akan membuat Indonesia jadi lebih indah. Bila hal ini dilakukan, maka seluruh rakyat akan bahagia dalam menjalani kehidupan. "Itulah saya kira bayangan surga. Surga dulu di dunia baru di akhirat," ucapnya.

    Ia menambahkan sifat asli manusia adalah penuh belas kasih. Sebabnya momen Idul Fitri ini juga harus disyukuri karena manusia telah berhasil melatih dirinya selama Ramadan.

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini mengajak warga yang sudah sebulan penuh berpuasa untuk terus melatih diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang.  
    "Apalagi yang haram-haram, jadi korupsi, memfitnah, menyebar hoax, dan menyakiti orang lain: enggak boleh," ujarnya.

    Selain itu, kata Zulkifli, dia berharap Ramadan telah melatih masyarakat membangun kepekaan sosial. "Jadi, kita mesti ada merasa prihatin kalau ada sudara kita yang kurang beruntung hidupnya," ujarnya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.