Pesan Lebaran Wali Kota Risma: Indonesia Jangan Sampai Pecah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Selain itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Tapin Kalimantan Selatan Arifin Arpan, Bupati Malinau Kalimantan Utara Yansen Tipa Padan, Bupati Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta Hasto Wardoyo, dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Selain itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Tapin Kalimantan Selatan Arifin Arpan, Bupati Malinau Kalimantan Utara Yansen Tipa Padan, Bupati Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta Hasto Wardoyo, dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Surabaya - Diiringi takbir dan tahmid, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ‎melaksanakan salat Idul Fitri bersama ribuan umat Islam di halaman Balai Kota Surabaya, Ahad 25 Juni 2017.‎ Ia didampingi suami, Djoko Saptoadji‎, kedua anaknya, Fuad Bernardi dan Tantri Gunarni, serta menantunya Erra Masita Maharani.‎

    Perempuan 55 ta‎hun itu mengenakan mukenah warna pastel, duduk memangku ‎cucunya Gwen Syareefa Bernardi‎. Usai shalat Ied, ia menggelar Open House bagi warga yang ingin bertandang.

    "Di hari Idul Fitri ini, saya berharap kepada seluruh umat Islam di Surabaya agar tetap bersatu dan tidak mudah terpecah belah antar umat maupun antar bangsa," ujarnya kepada wartawan di kediaman wali kota.

    Baca Juga:Wakil Ketua DPR Imbau Idul Fitri Jadi Momentum Bangun Persatuan 

    Risma menambahkan, Lebaran adalah‎ momentum yang baik untuk saling memaafkan. Terutama apabila ada yang merasa tersakiti karena isu SARA yang merebak akhir-akhir ini. "Sejarah membuktikan saat Indonesia terpecah belah, kita tidak bisa merdeka. Untuk itu jangan sampai kita terpecah belah kembali."‎

    Baca Juga:Djarot Kunjungi Mantan Gubernur DKI Suryadi Sudirja

    Sebelum menggelar Open House, Risma menyempatkan berziarah kubur ke makam‎ orang tuanya. Mendiang orang tuanya, M. Chuzaini dan Siti Mudjiatun, dimakamkan di Pemakaman Keluarga Boto Putih, kawasan Tenggilis, Surabaya.‎ "Aku sudah biasa sewaktu orang tuaku masih‎ hidup, aku nggak mau salaman sama orang lain dulu sebelum sama orang tuaku," ucapnya.

    ARTIKA RACHMI FARMITA‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.