Ada Aksi Terorisme di Medan, Polisi Tingkatkan Pengamanan Markas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto memperlihatkan barang bukti bom Kampung Melayu saat jumpa pers di Mabes Polri Jakarta, 22 Juni 2017. TEMPO/Yovita Amalia

    Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto memperlihatkan barang bukti bom Kampung Melayu saat jumpa pers di Mabes Polri Jakarta, 22 Juni 2017. TEMPO/Yovita Amalia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia mewaspadai adanya serangan susulan yang dilakukan teroris menyusul penyerangan pos penjagaan di Markas Polda Sumatera Utara, Medan, Ahad dinihari, 25 Juni 2017.

    "Kami tetap waspada bahwa kemungkinan serangan terhadap Polri masih tetap ada. Oleh sebab itu pengamanan di pos atau markas Polri ditingkatkan," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto kepada wartawan di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Minggu, 25 Juni 2017.

    Baca: Kapolda Sumut Sebut 2 Penyerang Pos Jaga Sebagai Teroris 

    Serangan terhadap polisi kembali terjadi pada Hari Raya Idul Fitri. Dua pria tak dikenal menerobos pos penjagaan pintu keluar di Markas Polda Sumatera Utara, di Kota Medan sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu, 25 Juni 2017 dan menikam polisi yang berjaga di sana.

    Setyo Wasisto menyampaikan bahwa ada dua pelaku yang menyerang pos polisi itu. "Jadi dua orang melompat pagar di penjagaan Polda Sumatera Utara, kemudian menyerang salah satu pos," kata dia.

    Dia menjelaskan ada tiga pos di Polda Sumatera Utara yaitu pos 1, 2, dan 3. Pos 1 sebagai pintu masuk kendaraan, pos 2 untuk kendaraan VIP, dan pos 3 sebagai pintu keluar. Pos 3 ditutup setelah pukul 18.00. "Jadi tadi pagi di pintu 3 sebenarnya sudah tertutup. Kalau malam hanya lewat pintu 1 saja. Dua orang ini melompat kemudian menyerang di pos yang isinya hanya ada dua orang (polisi)," ujar Setyo.

    Baca: Pos Jaga Polda Sumut Diserang, Dua Tewas dan Satu Kritis

    Dia mengatakan seharusnya pos itu diisi 4 penjaga, namun dua orang lainnya sedang patroli. Satu di antara dua polisi yang berjaga di pos sedang istirahat, yakni Aiptu M. Sigalinging. Pelaku diduga menusuk Sigalinging dengan senjata tajam. "Anggota atas nama Aiptu Martua Sigalinging gugur karena ditikam dengan senjata tajam," kata Setyo.

    Satu anggota yang berjaga lainnya, Brigadir E. Ginting, lantas berteriak ke arah polisi Brigade Mobil atau Brimob. Polisi brimob pun mengejar pelaku dan mengeluarkan tembakan. Satu pelaku tewas di tempat dan satu lagi diketahui kritis.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.