Jelang Lebaran, Bupati Purwakarta Turun Langsung Pungut Sampah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jelang Lebaran, Bupati Purwakarta Turun Langsung Pungut Sampah

    Jelang Lebaran, Bupati Purwakarta Turun Langsung Pungut Sampah

    INFO PURWAKARTA - Di ujung bulan puasa, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi melakukan aktivitas tak biasa. Ia ikut langsung  bersama tukang pemungut sampah yang sedang bersih-bersih dan memindahkan sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) menuju tempat pembuangan akhir.

    Bupati Dedi tak segan menyapu sekaligus mengumpulkan sampah yang berserakan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di belakang komplek Pemkab Purwakarta. Sampah itu kemudian dibuang ke atas kendaraan bak terbuka yang siap mengangkutnya sampai ke TPA di Cikolotok, Kecamatan Pasawahan.

    Sebelum memulai memunguti sampah, Bupati Dedi terlebih dahulu memberikan bingkisan kepada para petugas kebersihan berupa sarung dan mukena plus uang saku. Kang Dedi  menuturkan aksinya tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk merasakan langsung beratnya tugas pemungut sampah. “Sekaligus berbagi di ujung bulan puasa ini,” ujarnya.

    Ketika melakukan aksi memungut sampah tersebut, Kang Dedi menemukan sejumlah resiko kecelakaan. “Misalnya menginjak paku, tertusuk kawat berduri, pecahan kaca dan lainnya. Ditambah harus rela menghirup aroma bau tak sedap yang sangat mengganggu kesehatan. Meskipun begitu mereka menunaikan tugas berat itu dengan sukacita dan penuh keikhlasan,” ujarnya.

    Sebagai bentuk apreiasi, Kang Dedi mengangkat mereka sebagai tenaga kerja harian lepas (THL) dengan upah Rp 1,2 juta. “Mulai tahun ini kami berikan juga uang THR sebesar Rp 2 juta,” tuturnya. Tahun depan Dedi menjanjikan akan kenaikan honor para petugas pemungt sampah itu menjadi Rp 2,5 juta.

    Atang Suryana, Dadi dan Yoyo, tiga petugas pemungut sampah yang diajak ngobrol santai sama Dedi, mengaku sangat terbantu dengan adanya uang THR dan rencana kenaikan honor tersebut. Mereka mengharapkan warga disiplin membuang sampah ke TPS sesuai jadwal dan tak sembarangan membuang limbah paku, kawat berduri, dan barang pecah belah karena sangat membahayakan tugas mereka. “Kalau disiplin buang sampahnya, Purwakarta akan lebih bersih dari sekarang,” ujar mereka. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?