Pemudik Diminta Waspadai 7 Pasar Tumpah di Lintas Timur Sumatera  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah alat berat melakukan pengaspalan Jalan Lintas Timur Sumatera di kawasan Jalan Soekarno Hatta Palembang, Sumatera Selatan. ANTARA/Feny Selly

    Sejumlah alat berat melakukan pengaspalan Jalan Lintas Timur Sumatera di kawasan Jalan Soekarno Hatta Palembang, Sumatera Selatan. ANTARA/Feny Selly

    TEMPO.CO, Palembang - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menyatakan masih ada sejumlah pasar tradisional yang berada persis di pinggir jalan lintas timur Sumatera. Pasar tersebut berpotensi menyebabkan kemacetan lalu lintas akibat banyaknya pedagang yang berjualan hingga ke bahu jalan.

    Menghadapi potensi tersebut, Kepala Bidang Humas Komisaris Besar Cahyono Budi Siswanto meminta pemudik lebih berhati-hati dan bersabar. "Patuhi rambu dan jaga kondisi badan yang fit, istirahat di pos pelayanan," katanya, Sabtu, 24 Juni 2017.

    Pasar tumpah yang berada di kabupaten Ogan Komering Ilir itu terdapat mulai Tugu Mulyo, Lubuk Seburuk, hingga pasar di Desa Srinanti. Sedangkan di wilayah kabupaten Ogan Ilir, pasar tumpah terdapat di Indralaya dan Tanjung Raja.

    Tidak hanya itu, pemudik harus mewaspadai kemacetan di sekitar Pasar Pangkalan Balai di Banyu Asin. Adapun di perbatasan Sumatera Selatan-Jambi di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin terdapat dua pasar tradisional, masing-masing di Bayung Lencir dan Sungai Lilin.

    Suberi, warga Lubuk Seburuk, mengatakan, biasanya pasar tersebut akan semakin ramai mendekati Hari Raya Idul Fitri. Sehingga, bila tidak dikawal langsung polisi dan dinas terkait, ia mengkhawatirkan pasar tersebut akan semakin mempersempit jalur bagi pemudik. “Biasanya pedagang dan pembeli di sini berani berniaga hingga ke pinggir jalan,” katanya.

    Menyangkut infrastruktur, jalur lintas timur Sumatera di wilayah Sumatera Selatan mulai Pematang Panggang, Mesuji di Kabupaten Ogan Komering Ilir, hingga menuju perbatasan dengan Provinsi Jambi dipastikan sangat layak dilalui pemudik. Hanya, pemudik harus mewaspadai jalan bergelombang. Sedangkan kerusakan jalan masih banyak terdapat di sekitar lintas tengah Baturaja.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.