Arus Mudik Non-Tol Pantura, Awas Banyak Pengendara Motor Ngebut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik bersepeda motor melintas di Jalur Pantura Lohbener, Indramayu, Jawa Barat, 18 Juni 2017. Sejumlah pemudik berangkat lebih awal guna menghindari kepadatan kendaraan di sekitar Jalur utama pantai utara Pulau Jawa ini. ANTARA/Dedhez Anggara

    Pemudik bersepeda motor melintas di Jalur Pantura Lohbener, Indramayu, Jawa Barat, 18 Juni 2017. Sejumlah pemudik berangkat lebih awal guna menghindari kepadatan kendaraan di sekitar Jalur utama pantai utara Pulau Jawa ini. ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Cirebon - Kelengangan beberapa ruas non-jalan tol, seperti Jalur Pantai Utara, pada H-2 mudik Lebaran membuat pemudik yang menggunakan motor melaju dengan kecepatan tinggi. Mereka pun diimbau untuk berhati-hati.

    Berdasarkan pantauan Tempo, Jalur Pantura dari Pamanukan sampai memasuki Cirebon dikuasai pemudik yang menggunakan motor. Lengangnya jalan membuat mereka memacu motor dengan kecepatan tinggi.

    Baca: Capek Akibat Macet, Sejumlah Pemudik Tidur di Bahu Jalan Tol

    Bahkan di sepanjang Tegalkarang hingga perempatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, yang tidak ada pembatas jalan, membuat pemudik motor mengambil lajur kendaraan di sebelahnya. Akibatnya, arus lalu lintas yang seharusnya 2-2 menjadi 3-1 untuk pemudik yang menggunakan motor dengan tujuan Jakarta. 

    "Saya, sih, takut. Jadi saya jalan di pinggir saja, " kata Asep, warga Palimanan, Jumat pagi, 23 Juni 2017. Pengendara yang berada di jalur Jakarta menuju Cirebon ini memilih mengendarai motornya di sisi jalan agar tidak bertabrakan dengan pemudik dari arah sebaliknya. "Mengalah saja lah," ujarnya.

    Kasatlantas Polres Cirebon Kota AKP Galih Raditya mengakui banyak pemudik yang menggunakan motor memacu kendaraannya dengan kecepatan yang cukup tinggi. "Padahal itu berbahaya," ucapnya. 

    Bahkan mereka kerap melakukan pengereman mendadak saat akan memasuki perempatan yang lampu lalu lintasnya masih difungsikan. Akibatnya, banyak yang jatuh mendadak. "Jadi jaga jarak kendaraan. Begitu akan memasuki kawasan padat atau perempatan, kurangi kecepatan motor agar tidak mengerem mendadak," katanya. 

    Simak: Mudik H-2, Jalur Bandung Menuju Garut dan Sumedang Macet 5 KM

    Sedangkan untuk arus balik nanti, kata Galih, pemudik yang menggunakan motor juga diminta berhati hati.

    Sekalipun jalan tidak berlubang, jalan di Pantura juga tidak mulus. Sebab, jalan berlubang di Pantura hanya ditutup dengan tambahan aspal yang tidak rata dengan jalan sebelumnya. Sehingga membuat jalan bergelombang. Karena itu, pemudik diminta tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

    IVANSYAH | DWI ARJANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.