Pekanbaru Banjir Akibat Hujan Deras Sejak Dinihari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan bermotor menerobos genangan air yang membanjiri ruas jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau, 28 Februari 2017. ANTARA/Rony Muharrman

    Sejumlah kendaraan bermotor menerobos genangan air yang membanjiri ruas jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau, 28 Februari 2017. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru Jumat dinihari, 23 Juni 2017, menyebabkan ratusan rumah warga terendam banjir. Ketinggian air bervariasi hingga mencapai 70 sentimeter.

    "Jumlahnya ada ratusan rumah yang terendam banjir," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pekanbaru Burhan Gurning saat dihubungi Tempo, Jumat.

    Baca: Banjir Kembali Landa Tolitoli, 18 Rumah Hanyut

    Burhan belum dapat memastikan jumlah korban banjir lantaran petugas masih melakukan pendataan di lapangan. Namun, menurut Burhan, rumah yang terendam banjir lebih dominan di Kecamatan Tenayan Raya, Marpoyan Damai, Limapuluh, dan Tangkerang Utara.

    Byrhan mengaku banjir yang terjadi di Pekanbaru disebabkan luapan air Sungai Batak, Tenayan Raya. Hujan deras yang mengguyur Pekanbaru dalam durasi cukup lama membuat aliran sungai tidak mampu menampung debit air sehingga meluber ke permukiman warga. 

    Petugas BPBD, kata Burhan, saat ini tengah melakukan evakuasi warga Perumahan Sakuntala di Tangkerang Utara serta di kawasan Tenayan Raya dengan mengerahkan perahu karet untuk mobilisasi masyarakat yang terjebak banjir. "Ketinggian air di sana mencapai leher orang dewasa," ucapnya.

    Simak: Banjir Landa 4 Kelurahan di Samarinda, 10.000 Rumah Terendam

    Petugas mengimbau agar warga yang berada di kawasan Kulim tidak menyeberangi jembatan untuk sementara waktu karena arus sungai cukup deras.

    "Kami siagakan petugas untuk menjaga warga agar tidak keluar rumah sementara waktu," tuturnya.

    Warga Jalan Sakura, Kelurahan Rejosari, Tenayan Raya, Oki Sulistio, mengaku banjir hingga kini masih menggenangi rumah warga. 

    "Ketinggian air mencapai selutut di halaman rumah," ujarnya melalui pesan WhatsApp.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.