Istana Enggan Menanggapi Permintaan Rekonsiliasi Rizieq Syihab

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imam besar Front Pembela Islam, Rizieq Syihab menaiki kendaraan usai diperiksa terkait uang berlogo

    Imam besar Front Pembela Islam, Rizieq Syihab menaiki kendaraan usai diperiksa terkait uang berlogo "palu-arit " di Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Januari 2017. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta  - Tidak hanya Polri, pemerintah pun menanggapi dingin permintaan Imam Besar  Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab agar pemerintah melakukan  rekonsiliasi terhadap kasusnya. Malahan Istana Kepresidenan terkesan enggan menanggapi masalah tersebut.

    "Jangan tanya soal Rizieq lagi," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat awak media menanyakan tanggapan pemerintah atas permintaan rekonsiliasi Rizieq, Kamis, 22 Juni 2017.

    Baca: Rekonsiliasi Rizieq, Polda: Penyidikan Tak Bisa Diintervensi

    Juru Bicara Presiden, Johan Budi Sapto Pribowo, juga  memberikan pernyataan senada. Menurut dia  tidak ada informasi pemerintah  akan mempertimbangkan permintaan Rizieq.

    Secara terpisah, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menganggap permintaan rekonsiliasi oleh Rizieq kepada pemerintah tak tepat. Menurutnya, rekonsiliasi adalah proses damai antara suatu badan pemerintah dengan organisasi yang kira-kira setara dengan pemerintah itu sendiri. "Kalau warga negara dengan negara lainnya, istilah rekonsiliasi kurang tepat," ujarnya.

    Simak: Wiranto Tolak Rekonsiliasi, Yusril: Belum Sikap Resmi Pemerintah

    Karena itu pemerintah, kata Wiranto, menyerahkan kasus Rizieq pada proses hukum yang berlaku. "Namanya orang meminta ya bisa-bisa saja. Tapi, pemerintah kan punya sikap," ujarnya.

    Sebelumnya, melalui  rekaman suara yang ia kirimkan ke sebuah diskusi, Rizieq menginginkan kasusnya diselesaikan secara halus. Halus di sini adalah rekonsiliasi.

    Ia tak hanya meminta rekonsiliasi untuk dirinya, tetapi ulama-ulama lain yang ia klaim juga dikriminalisasi penegak hukum. Jika tidak ada rekonsiliasi, Rizieq Syihab mengancam akan ada revolusi.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.