Menteri Ryamizard Dorong Lokalisasi Milisi Maute di Marawi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, menjawab pertanyaan awak media, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, 26 Mei 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, menjawab pertanyaan awak media, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, 26 Mei 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebutkan pertemuan tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Filipina, yang akan kembali digelar hari ini di Manila, Filipina, terkait dengan bentrok senjata di Marawi akan berfokus pada pelokalisasian milisi Maute di Marawi.

    “Kita mau dia dilokalisasi di sana (Marawi), lebih baik daripada menyebar ke mana-mana, dalam artian ke Malaysia, terutama ke Indonesia,” ujar Ryamizard Ryacudu di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Juni 2017.

    Baca juga: 
    Trilateral Soal Marawi, Tiga Negara Tukar Data Terorisme  

    Selanjutnya, pemerintah akan mendukung Filipina untuk memberantas kelompok yang berafiliasi dengan kelompok teror ISIS itu. “Yang menghancurkan mereka biarkan saja Filipina, kita mendukung saja,” ujar dia.

    Namun yang terpenting, kata dia, adalah menghambat persebaran kelompok itu ke wilayah-wilayah sekitarnya, sehingga pemerintah bakal memperketat pengawasan di darat, laut, dan udara. “Kita kan sudah tahu jalur yang akan dilaluinya,” dia menambahkan. 

    Baca pula:
    Menlu Retno: Filipina, RI, dan Malaysia Bahas Soal Marawi Lusa  

    Ihwal penyerangan bersama tiga negara ke titik konflik bersenjata itu, Ryamizard berujar, Presiden Duterte telah mengizinkan bahkan mendukung tindakan itu dilakukan. “Dia mau-mau saja. Tapi kan kongres atas nama rakyat itu banyak aturan. Aturan yang ada, kita latihan bersama-sama, mau di Asia, Amerika, kan ada MoU-nya, sama seperti di sini,” dia menjelaskan.

    Namun, Ryamizard Ryacudu berujar, kendati membutuhkan dukungan dari lembaga negara lain, seperti kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), hingga kini dua lembaga itu belum dilibatkan dalam pembicaraan.

    “Ada waktunya nanti, kan ini adalah musuh bersama, bukan musuh tentara, tapi musuh bersama, jadi mengatasinya bersama. Jadi, pasti nanti kalau ada perkembangan yang memerlukan kebersamaan semua, pasti saya undang semua, polisi dan BNPT, mari sama-sama kita mengatasinya,” bekas Kepala Staf Angkatan Darat TNI itu menjelaskan mengenai pelokalisasian milisi Maute di Marawi.

    CAESAR AKBAR | S. DIAN ANDRYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.