H-5 Lebaran, Jalur Mudik di Jabar Masih Normal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mudik. Shutterstock

    Ilustrasi mudik. Shutterstock

    TEMPO.CO, Bandung -- Memasuki H-5 lebaran, volume kendaraan yang melalui jalur mudik di wilayah Jawa Barat masih normal. Belum ada peningkatan volume kendaraan pemudik yang kentara di jalur Jawa Barat.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, mengatakan peningkatan volume kendaraan diprediksi akan terjadi pada besok, Kamis, 22 Juni 2017.

    Baca: Arus Mudik 2017, Sumatera Barat Berpotensi Hujan Lebat

    "Situasi arus lalin sampai saat ini dalam keadaan normal," kata Yusri, Rabu, 21 Juni 2017.

    Yusri mengatakan peningkatan volume kendaraan baru terpantau di sejumlah gerbang tol di wilayah Jawa Barat. Diantaranya, ruas tol Cikarang, Cikopo-Palimanan dan Dawuan . Dia mengatakan jalan tol ini telah mengalami peningkatan volume kendaraan sari hari sebelumnya.

    Baca: Arus Mudik, Begini Kronologi Kecelakaan di Tol Brebes-Batang

    "Cikarang utama sudah terjadi peningkatan 40% dibandingkan hari Selasa. Sedangkan di Dawuan arah Cipali sudah 51% dibandingkan," kata Yusri.

    Yusri mengatakan kondisi itu diprediksi akan melonjak pada hari Kamis dan Jumat di mana pada hari itu sudah memasuki hari libur bagi para pekerja.

    "Akan terjadi peningkatan arus mudik menuju arah Palimanan-Brebes dan Bandung-Nagrek dibandingkan hari sebelumnya," kata dia.

    Sementara itu, berdasarkan pantauan Tempo, Selasa, 21 Juni 2017, volume kendaraan jalur Bandung-Nagrek masih belum menunjukan peningkatan yang berarti hingga pukul 16.00 WIB.

    Begitupun, gerbang keluar tol Cileunyi terlihat ramai dan lancar. Hanya saja, beberapa pemudik yang menggunakan sepeda motor sudah mulai terlihat bergerak di jalur itu.

    IQBAL T. LAZUARDI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.