Dekati Puncak Arus Mudik, Pengamanan Pelabuhan Merak Diperketat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi bersenjata lengkap melakukan pengamanan didepan antrian puluhan pemudik yang akan memasuki kapal feri di Pelabuhan Merak, Banten, 16 Juli 2015. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    Polisi bersenjata lengkap melakukan pengamanan didepan antrian puluhan pemudik yang akan memasuki kapal feri di Pelabuhan Merak, Banten, 16 Juli 2015. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Cilegon - Pengamanan di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten, diperketat menjelang puncak arus mudik Lebaran 2017. Kepala Kepolisian Resort Cilegon, Banten Ajun Komisaris Besar Romdhon Natakusumah mengatakan pihaknya akan terus memperketat pengamanan di kawasan Pelabuhan Merak. Selain kerap menjadi penyebab kemacetan, pelabuhan Merak terbilang rawan aksi kejahatan. “ Karena itu, Kepolisian akan memfokuskan pengamanan di Pelabuhan Merak.” ujar Romdhon Rabu, 21 Juni 2017.

    Romdhon mengatakan, menjelang puncak arus mudik sebanyak 100 personel Brimob bersenjata lengkap disebar di seluruh area pelabuhan. "Jadi di Pelabuhan Merak, kita tingkatkan pengamanan terbuka. Brimob disiagakan, personel bersenjata, Jibom dan Gegana, Tim Jawara Polres Cilegon juga kita siagakan untuk menindak premanisme dan kriminalitas," katanya.

    Baca juga:

    Sambut Arus Mudik 2017, Tol Palindra Baru Dibuka 1 Jalur

    Wakil Kepala Kepolisian Daerah Banten, Komisaris Besar Aan Suhanan sebelumnya mengatakan, Polda Banten menetapkan status siaga satu untuk pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 1438 Hijriah.

    Sebanyak 1.700 personel dari Polda Banten diterjunkan di jalur mudik. Jumlah tersebut belum termasuk dari jajaran Polda Banten dan instansi terkait yang ikut terlibat dalam pengamanan mudik. “Kita ada 1.700 yang masuk Satgas (satuan tugas) Polda ditambah TNI dan stakeholder yang lain. Kita siaga satu, seluruh petugas tidak ada yang cuti,” ujar Aan.

    Baca pula:

    Puncak Arus Mudik Melalui Tol JORR Diprediksi pada H-2 Lebaran

    Menurutnya, jika terjadi antrean panjang di Pelabuhan Merak, sejumlah petugas telah disiagakan untuk mengurai kendaraan. Apabila kendaraan roda dua membeludak di dermaga enam maka akan dialihkan ke lima dermaga lain melalui jalur dalam. “Kalau dermaga enam itu penuh nanti kita salurkan melalui jalur di dalam dermaga satu dan lima. Kita taruh juga anggota di sana, kita pengamanan sampai masuk dermaga. Kalau masih macet, ekornya masih panjang kita arahkan ke tol gate utama, nanti dibagi lagi,” katanya.

    Selain memfokuskan mengurai kamacetan, Polda Banten juga memberikan atensi terhadap gangguan keamanan di jalur mudik. Bahkan sejumlah sniper disiagakan untuk mengantisipasi ancaman teror. “Ada sniper, teror itu jadi pantauan kita dalam operasi ini. Antisipasi teror dengan penempatan personel untuk memantau itu, utama di Pelabuhan Merak. Sepanjang jalur juga kita ada antisipasi tindak kejahatan baik di jalan tol dan arteri. Kalau ada kemacetan dan kejahatan di sana kita sudah ada tim disepanjang jalur,” tegasnya.

    Silakan baca:

    Mudik 2017, Antrian Kendaraan di Pintu Tol Palimanan Capai 14 KM

    Sementara itu, Jurubicara PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Mario Sardadi Oetomo mengatakan, puncak arus mudik di Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung diprediksi akan terjadi pada Kamis, 22 Juni hingga Jum’at, 23 Juni 2017 mendatang.

    Menurutnya, aktivitas pemudik terus mengalami peningkatan di Pelabuhan Merak, baik pengguna kendaraan roda dua, roda empat maupun pejalan kaki, tetapi belum tampak kepadatan berarti. Dari enam dermaga yang ada di Pelabuhan Merak, tidak terlihat antrean panjang kendaraan pemudik. Kendaraan yang datang masih langsung bisa masuk ke dalam kapal roll on-roll off (ro-ro). Para penumpang pejalan kaki juga terlihat di areal loket sambil menunggu kedatangan kapal.

    “Gelombang arus mudik terus mengalir, bahkan dari hari ke hari semakin bertambah. Saya prediksi jumlahnya akan terus mengalami peningkatan, terlebih saat malam hari. Tapi saat ini masih lancar, tapi belum terjadi kepadatan yang berarti,” ujar Mario.

    WASI’UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.